Postingan

Pemerintah dan Pengusaha Berperan Besar Mewujudkan Generasi Bangsa Yang Unggul

Gambar
PENDIDIKAN merupakan modal penting untuk meraih kesuksesan. Pendidikan adalah bekal, sehingga semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin banyak bekalnya untuk bisa meraih kesuksesan di masa depan. Pemerintah Indonesia pun menyadari ini, sehingga setiap tahun mengalokasikan setidaknya 20 persen dari APBN maupun APBD membangun sektor pendidikan. Sudah satu dekade negara kita menerapkan penggelontoran anggaran minimal 20 persen untuk sektor pendidikan. Namun harus kita akui, hingga kini kebijakan itu belum mampu untuk membuat generasi muda bangsa ini seluruhnya bisa mendapatkan pendidikan bermutu dengan mudah. Hal ini tercermin dalam buku Potret Pendidikan Indonesia, yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Katalog BPS nomor 4301008 itu mengangkat statistik pendidikan Indonesia 2019. Berdasarkan data-data statistik dalam buku Potret Pendidikan Indonesia ini, terungkap adanya korelasi antara masalah ekonomi keluarga dengan angka tingkat pendidikan warga negara. Semakin bag...

BPK Kawal Harta Negara Demi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Gambar
TERIMA LHP - Presiden Joko Widodo saat menerima LHP BPK atas Laporan LKPP tahun 2015 dari Ketua BPK Harry Azhar, di Istana Negara, Jakarta. (foto: humas setkab) APA jadinya bila Indonesia tidak memiliki Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)? Tentu saja banyak kemungkinan yang bakal terjadi. Namun kemungkinan-kemungkinan itu sifatnya selalu tidak menguntungkan masyarakat secara umum. Kemungkinan terbesar adalah kesejahteraan masyarakat Indonesia tidak sebaik saat ini. BPK memang bukanlah lembaga yang bekerja untuk membuat program yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat. BPK tidak bekerja untuk membangun sekolah, tidak membangun jalan, tidak juga menyediakan air bersih. BPK merupakan lembaga negara yang bebas dan mandiri dalam memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Negara memberi tiga tugas berat kepada BPK, yang merupakan lembaga yang berdiri sejajar dengan presiden. Tugasnya yakni memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan...

Cintailah Rupiah Seperti Kamu Mencintai Pacarmu

Gambar
BANGGA - Seorang ibu menunjukkan senyum bangga setelah menukar uangnya dengan pecahan rupiah tahun emisi 2016. (foto: suang sitanggang) Apakah kita sudah benar-benar cinta Rupiah? Sebesar apa cinta kita pada mata uang negara kita? Jangan-jangan cinta kita pada Rupiah masih sebatas cinta monyet.  KITA pasti sepakat bahwa cinta itu bukanlah sebatas kata-kata, cinta itu adalah perbuatan nyata. Sama juga dengan cinta Rupiah, tak bisa cuma menyebut “aku cinta Rupiah” tapi harus ada bentuk nyata cinta itu. Dua yang lalu yaitu akhir November 2017, saya belanja di sebuah minimarket di Kota Jambi, kota tempat saya kini berada. Saya belanja berbagai jenis barang kebutuhan pribadi. Setelah puas memilih yang sesuai, barang-barang itu saya bawa ke depan kasir. Saya lihat wajah kasir perempuan ini cukup cantik. Dia menyambut dengan senyuman yang begitu indah saat barang-barang itu saya berikan kepadanya untuk dihitung total belanjaan saya. Satu per satu barang tersebut dia keluarka...

Perjuangan Membumikan Gas Bumi Berbuah Senyum Bahagia

Gambar
APLIKASI - Hesti menunjukkan tampilan layar awal aplikasi PGN mobile, yang bisa didownload di plyastore. (foto: suang sitanggang) Hesti terlihat serius mengamati sembari mengusap-usap smartphone yang ada di genggaman tangan kirinya. Di samping kanannya duduk ibundanya, yang tengah asyik menonton acara hiburan, yang ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta, Sabtu (11/11/2017). MAHASISWI di perguruan tinggi negeri tersebut kemudian menunjukkan tampilan di layar smartphone kepada perempuan yang telah melahirkannya itu. Hesti ternyata memperlihatkan jumlah tagihan penggunaan gas bumi di rumah itu, yang dia cek melalui situs e-commerce berjenis marketplace. “Tidak sampai Rp 60 ribu,” kata Hesti sembari tersenyum. Ibunya mengangguk, sekilas melihat angka yang tertera di tampilan layar smartphone putrinya, kemudian mengalihkan pandangannya ke layar kaca. Ibunda Hesti sepertinya tidak ingin ketinggalan acara favoritnya di sore hari itu. Keluarga Hesti, merupakan satu d...

Berhentilah Bersikap Tidak Mau Tahu, Teroris Ada Di Sekitar Kita

Gambar
Kapolres Bungo (kiri) menunjukkan barang bukti dari terduga teroris yang diamankan. (Foto: Tribun Jambi/Jaka HB) TAHUN ini, nama Provinsi Jambi semakin sering dilibatkan saat ada aksi terorisme. Padahal di tahun-tahun sebelumnya,, nyaris tidak ada nama Jambi disebut ketika ada aksi terorisme di Tanah Air.  Kini nama Jambi kembali disebut-sebut, ketika ada aksi pembakaran di Polres Dharmasraya. Dua orang pelaku pembakaran gedung utama Markas Polres Dharmasraya, Sumatera barat, telah diidentifikasi sebagai warga Provinsi Jambi, sesuai dengan kartu pengenal yang mereka miliki.  Polisi menduga keduanya bagian dari kelompok yang berafiliasi dengan jaringan teroris tertentu. Tentu saja ini cukup mengagetkan. Bila sebelum-sebelumnya warga Jambi terduga teroris cuma diamankan di Provinsi Jambi, kali ini mereka sudah bergerak ke luar daerah.  Bukan tak mungkin ada lagi yang ikut dalam aksi yang sama, hanya saja nasibnya tidak seperti dua orang itu, yang langsung...

Ada Pola Mengerikan Dalam Aksi Persekusi, Tidak Boleh Dianggap Sepele

Gambar
Konfrensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/6/2017). JAKARTA - Asfinawati, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), meminta agar pemerintah jangan menganggap persekusi yang marak belakangan ini hanya dianggap sebagai konflik horizontal biasa. Selain itu juga jangan dinilai ini hanya masalah sepele. Menurutnya ada pola yang mengerikan dari persekusi yang terjadi sekarang ini. Untuk itu YLBHI meminta supaya pemerintah dalam hal ini aparat penegak hukum bisa secepatnya mengungkap dalang atau otak dibalik aksi persekusi. Hal tersebut diungkapkan Asfinawati pada diskusi Legal Update, bertema Negara Hukum dan Perburuan Manusia (Persekusi), yang dilaksanakan di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/6/2017). Dia menyebut, dalam aksi persekusi, selalu ada aktor penggerak atau otak, ada aktor lapangan, dan ada yang sekedar ikut-ikutan. Otak aksi persekusi ini yang menurut dia harus ditangkap dan diungkap.

Dokter Fiera Lovita Diintimidasi, Tidak Ingin Lagi Tugas di Solok

Gambar
Konfrensi pers dr. Fiera Lovita (tengah) terkait ancaman yang dihadapinya akibat postingan di facebook. Fiera Lovita, seorang dokter di RSUD Kota Solok, Sumatera Barat, buka-bukaan usai mengalami persekusi berupa teror dan intimidasi sekelompok orang dari ormas tertentu. Kedua anaknya yang berumur 8 dan 9,5 tahun, mengalami trauma. Mereka takut dan enggan kembali pulang ke rumah. "Anak saya merasa takut dan menangis. Takut pulang karena takut rumah diserbu," ujar Fiera saat memberikan keterangan pers di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/6). Perempuan yang akrab disapa dokter Lola itu kerap mengalami teror dan intimidasi setelah mengungkapkan pendapatnya terkait kasus hukum seorang pimpinan organisasi kemasyarakatan di Jakarta. Dia menulis pendapatnya melalui status di akun Facebook pribadinya. Pada 19-21 Mei 2017, Fiera membuat tiga status Facebook. Status tersebut dia buat setelah menyaksikan berita konferensi pers pihak kepolisian di televisi terkait...