Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kisah

BPK Kawal Harta Negara Demi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Gambar
TERIMA LHP - Presiden Joko Widodo saat menerima LHP BPK atas Laporan LKPP tahun 2015 dari Ketua BPK Harry Azhar, di Istana Negara, Jakarta. (foto: humas setkab) APA jadinya bila Indonesia tidak memiliki Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)? Tentu saja banyak kemungkinan yang bakal terjadi. Namun kemungkinan-kemungkinan itu sifatnya selalu tidak menguntungkan masyarakat secara umum. Kemungkinan terbesar adalah kesejahteraan masyarakat Indonesia tidak sebaik saat ini. BPK memang bukanlah lembaga yang bekerja untuk membuat program yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat. BPK tidak bekerja untuk membangun sekolah, tidak membangun jalan, tidak juga menyediakan air bersih. BPK merupakan lembaga negara yang bebas dan mandiri dalam memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Negara memberi tiga tugas berat kepada BPK, yang merupakan lembaga yang berdiri sejajar dengan presiden. Tugasnya yakni memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan...

Perjuangan Membumikan Gas Bumi Berbuah Senyum Bahagia

Gambar
APLIKASI - Hesti menunjukkan tampilan layar awal aplikasi PGN mobile, yang bisa didownload di plyastore. (foto: suang sitanggang) Hesti terlihat serius mengamati sembari mengusap-usap smartphone yang ada di genggaman tangan kirinya. Di samping kanannya duduk ibundanya, yang tengah asyik menonton acara hiburan, yang ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta, Sabtu (11/11/2017). MAHASISWI di perguruan tinggi negeri tersebut kemudian menunjukkan tampilan di layar smartphone kepada perempuan yang telah melahirkannya itu. Hesti ternyata memperlihatkan jumlah tagihan penggunaan gas bumi di rumah itu, yang dia cek melalui situs e-commerce berjenis marketplace. “Tidak sampai Rp 60 ribu,” kata Hesti sembari tersenyum. Ibunya mengangguk, sekilas melihat angka yang tertera di tampilan layar smartphone putrinya, kemudian mengalihkan pandangannya ke layar kaca. Ibunda Hesti sepertinya tidak ingin ketinggalan acara favoritnya di sore hari itu. Keluarga Hesti, merupakan satu d...

Sudah Kumaafkan Status Facebook Yang Keji Itu

Gambar
Inilah satu di antara postingan yang ada di fanpage Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS SELASA (6/12) pagi, aku terkejut saat melihat postingan di facebook dengan nama akun fanpage Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS. Saya tidak tahu pasti apakah itu akun milik Habib Rizieq yang sangat dihormati itu, atau orang yang mengaku-ngaku. Di akun itu dituliskan: Fanpage Resmi Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS - Imam Besar Front Pembela Islam. Aku lihat ada 242.187 yang suka (like) fanpage tersebut. Delapan orang di antaranya temanku. Keterkejutanku terjadi saat aku melihat isi yang ada di sana. Awalnya biasa-biasa saja. Tapi saat terus aku scroll ke bawah, muncul postingan gambar yang tidak biasa. Ada nama perusahaan tempatku bernaung yang sedang dibicarakannya. "KOMPAS, Media Spesialis LIPUTAN SAMPAH atau memang MEDIA SAMPAH???" itulah kalimat yang jadi semacam penjelasan atau caption atas gambar yang dia posting. Namun saat aku coba buka link ya...

Intan Olivia, Usaplah Mata Hati Indonesia

Gambar
Intan Olivia Marbun (Foto: Facebook ) Senin, 14 November 2016, Intan akhirnya dipanggil Sang Pencipta. Tuhan telah menghilangkan luka dan derita yang teramat memilukan yang dirasakan gadis kecil itu. Tuhan tak rela, mungkin juga turut menangis melihat penderitaan bocah yang jadi korban keganasan teroris itu. 14 jam Intan merasakan panasnya luka bakar akibat bom molotov, yang sengaja dilempar orang yang mungkin berpikir bahwa dia sedang jihad. Intan tak sendiri, masih ada bocah-bocah lain yang juga jadi korban kebiadaban ini. Saat bangun dan membaca di media sosial bahwa Intan sudah meninggal, tak terasa air mataku berair, dan nyaris tumpah. Aku berusaha menahan agar jangan sampai keluar dari sudut mataku. Ada kesedihan luar biasa yang mendadak aku rasakan. Kesedihan itu semakin menjadi-jadi saat istriku datang menghampiriku. Dia juga bercerita anak kecil yang belum mengetahui apa-apa tentang negerinya itu telah meninggal. Kesedihan diungkapkannya, dan betapa berat suaranya me...

Ketika Kofifah Memberi Rokok Kepada Orang Rimba

MENINGGALNYA belasan Orang Rimba (Suku Anak Dalam) di Provinsi Jambi menjadi perhatian pemerintah pusat. Tidak tanggung-tanggung, Menteri Sosial Kofifah Indar Parawasa datang ke Bumi Sepucuk Jambi sembilan Lurah karena berita yang heboh di media lokal dan nasional itu. Kedatangannya kali ini membuat saya secara pribadi melihat suatu hal yang positif. Kaum marginal seperti orang rimba, ternyata sudah mulai mendapat tempat di negara ini. Mereka bukan lagi dianggap 'sampah' yang musti dihilangkan atau dimusnahkan atau dilokalisir. Di mata pemerintah pusat, setidaknya di mata seorang pejabat sekelas Menteri Sosial, orang rimba sudah diangap sebagai warga negera,pemilik sah negeri ini.  Namun apa yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan saya. Kofifah yang saat datang menjumpai orang rimba kelompok Tumenggng Marituha membawa rokok dan memberikan rokok itu kepada orang rimba, mendapat kecaman dari berbagai pihak. Terutama YLKI. Kofifah dianggap telah mengajarkan sesuatu ya...