Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Berhentilah Bersikap Tidak Mau Tahu, Teroris Ada Di Sekitar Kita

Gambar
Kapolres Bungo (kiri) menunjukkan barang bukti dari terduga teroris yang diamankan. (Foto: Tribun Jambi/Jaka HB) TAHUN ini, nama Provinsi Jambi semakin sering dilibatkan saat ada aksi terorisme. Padahal di tahun-tahun sebelumnya,, nyaris tidak ada nama Jambi disebut ketika ada aksi terorisme di Tanah Air.  Kini nama Jambi kembali disebut-sebut, ketika ada aksi pembakaran di Polres Dharmasraya. Dua orang pelaku pembakaran gedung utama Markas Polres Dharmasraya, Sumatera barat, telah diidentifikasi sebagai warga Provinsi Jambi, sesuai dengan kartu pengenal yang mereka miliki.  Polisi menduga keduanya bagian dari kelompok yang berafiliasi dengan jaringan teroris tertentu. Tentu saja ini cukup mengagetkan. Bila sebelum-sebelumnya warga Jambi terduga teroris cuma diamankan di Provinsi Jambi, kali ini mereka sudah bergerak ke luar daerah.  Bukan tak mungkin ada lagi yang ikut dalam aksi yang sama, hanya saja nasibnya tidak seperti dua orang itu, yang langsung...

Pilkada Muarojambi, Antara Janji dan Harapan

Gambar
Kondisi di Desa Nyogan, yang menghubungkan Kota Jambi dengan Sungai Bahar, 28-12-2016. (Foto: Suang Sitanggang) PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) selalu menjadi arena menabur janji, yang dilakukan oleh pasangan calon. Kata-kata indah dirangkai menjadi kalimat-kalimat berisi janji politik, yang bertujuan menarik hari calon pemilih. Termasuk di Pilkada Muarojambi, di masa kampanye ini juga menjadi arena menabur janji. Pada debat kandidat yang diadakan KPU Muarojambi, Senin (16/1) malam, semua pasangan calon telah mengeluarkan jurus-jurus jitu. Mereka menyampaikan visi misi yang begitu indah. Semua hampir sama, yakni sama-sama memberi harapan indah kepada masyarakat, akan Muarojambi yang lebih baik di masa depan. Kandidat paham betul apa yang dibutuhkan masyarakat, yakni infrastruktur jalan yang bagus. Jalan menjadi bagian penting untuk membuat harga komoditi utama yakni karet dan sawit jadi memiliki harga yang lebih baik. Tanpa jalan yang bagus, komoditi akan sangat sulit d...

Satwa Langka, Jangan Sampai Tinggal Kenangan

Gambar
FOTO: REUTERS NOVEMBER 2016 ini Jambi dihebohkan perburuan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi. Di Muara Bulian digerebek gudang berisi daging dan kulit trenggiling yang nilainya berkisar Rp 5 miliar, lalu di Kota Jambi diamankan puluhan ekor trenggiling yang hendak diperdagangkan. Kini, kisahnya bergeser ke Sarolangun, yakni ditemukan gajah tewas di areal perkebunan. Warga menemukan bangkai gajah yang sudah tidak utuh lagi di Dusun Sipintun, Sarolangun. Tidak ada lagi gadingnya. Menyeruak dugaan gajah tersebut tewas akibat dibunuh. Selama ini memang gajah banyak yang mati akibat dibunuh, dan gadingnya diambil pembunuhnya untuk dijual dengan harga yang tinggi. Mahalnya gading gajah membuat nyawa gajah jadi terancam. Menurut data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, saat ini, populasi gajah sumatera di Jambi diperkirakan tinggal sekitar 150 ekor saja. Pada berbagai diskusi dan ekspos terungkap populasi gajah dan satwa dilindungi lainnya tergerus tiap tahu...

Ketika Kofifah Memberi Rokok Kepada Orang Rimba

MENINGGALNYA belasan Orang Rimba (Suku Anak Dalam) di Provinsi Jambi menjadi perhatian pemerintah pusat. Tidak tanggung-tanggung, Menteri Sosial Kofifah Indar Parawasa datang ke Bumi Sepucuk Jambi sembilan Lurah karena berita yang heboh di media lokal dan nasional itu. Kedatangannya kali ini membuat saya secara pribadi melihat suatu hal yang positif. Kaum marginal seperti orang rimba, ternyata sudah mulai mendapat tempat di negara ini. Mereka bukan lagi dianggap 'sampah' yang musti dihilangkan atau dimusnahkan atau dilokalisir. Di mata pemerintah pusat, setidaknya di mata seorang pejabat sekelas Menteri Sosial, orang rimba sudah diangap sebagai warga negera,pemilik sah negeri ini.  Namun apa yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan saya. Kofifah yang saat datang menjumpai orang rimba kelompok Tumenggng Marituha membawa rokok dan memberikan rokok itu kepada orang rimba, mendapat kecaman dari berbagai pihak. Terutama YLKI. Kofifah dianggap telah mengajarkan sesuatu ya...