Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Ketika Kofifah Memberi Rokok Kepada Orang Rimba

MENINGGALNYA belasan Orang Rimba (Suku Anak Dalam) di Provinsi Jambi menjadi perhatian pemerintah pusat. Tidak tanggung-tanggung, Menteri Sosial Kofifah Indar Parawasa datang ke Bumi Sepucuk Jambi sembilan Lurah karena berita yang heboh di media lokal dan nasional itu. Kedatangannya kali ini membuat saya secara pribadi melihat suatu hal yang positif. Kaum marginal seperti orang rimba, ternyata sudah mulai mendapat tempat di negara ini. Mereka bukan lagi dianggap 'sampah' yang musti dihilangkan atau dimusnahkan atau dilokalisir. Di mata pemerintah pusat, setidaknya di mata seorang pejabat sekelas Menteri Sosial, orang rimba sudah diangap sebagai warga negera,pemilik sah negeri ini.  Namun apa yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan saya. Kofifah yang saat datang menjumpai orang rimba kelompok Tumenggng Marituha membawa rokok dan memberikan rokok itu kepada orang rimba, mendapat kecaman dari berbagai pihak. Terutama YLKI. Kofifah dianggap telah mengajarkan sesuatu ya...

Tambang Ilegal, Eksploitasi Warga Miskin

Gambar
KABAR duka kembali menyapa kita. Sabtu (21/3) sore, dua orang pekerja penambangan emas tanpa izin, atau yang lazim disebut PETI, tewas setelah tertimbun longsor saat menambang emas di Desa Kampung Limo, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin. Selain korban meninggal, ada dua lagi korban luka dan patah tulang. foto: ilustrasi Informasinya, pekerja PETI yang bernasib nahas itu terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki. Mereka menggunakan dua set dompeng darat untuk menambang. Ketika mengoperasikan dompeng di dalam lobang tambang, tiba-tiba tanah longsor. Longsoran tanah itu kemudian menimbun keempat pekerja. Inilah tragedi yang terulang kembali, entah sudah yang keberapa kali terjadi dalam dunia pertambangan emas ilegal di Provinsi Jambi. Lagi-lagi korbannya adalah pekerja. Sudah menjadi rahasia umum, mereka yang berada di areal tambang adalah orang-orang suruhan, yang digaji sejumlah orang kaya yang jadi pemodalnya.   Dalam dunia PETI di Jambi, ...