Ada Pola Mengerikan Dalam Aksi Persekusi, Tidak Boleh Dianggap Sepele

Konfrensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/6/2017).






























JAKARTA - Asfinawati, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), meminta agar pemerintah jangan menganggap persekusi yang marak belakangan ini hanya dianggap sebagai konflik horizontal biasa.

Selain itu juga jangan dinilai ini hanya masalah sepele. Menurutnya ada pola yang mengerikan dari persekusi yang terjadi sekarang ini.

Untuk itu YLBHI meminta supaya pemerintah dalam hal ini aparat penegak hukum bisa secepatnya mengungkap dalang atau otak dibalik aksi persekusi.

Hal tersebut diungkapkan Asfinawati pada diskusi Legal Update, bertema Negara Hukum dan Perburuan Manusia (Persekusi), yang dilaksanakan di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/6/2017).

Dia menyebut, dalam aksi persekusi, selalu ada aktor penggerak atau otak, ada aktor lapangan, dan ada yang sekedar ikut-ikutan. Otak aksi persekusi ini yang menurut dia harus ditangkap dan diungkap.


"Para pelaku lapangan jangan-jangan ada juga yang menjadi korban dari penyesatan informasi," ujar Asfinawati.

Karenanya, pihaknya berharap pemerintah dalam hal ini aparatnya yang berwenang melakukan investigasi. "Kami mendorong tidak hanya negara, tidak hanya polisi, Komnas HAM harus melakukan investigasi serius, ada apa dibalik ini," ujarnya.

Dijelaskannya, ada indikasi ada kelompok yang mau ditarget, yang dianggap bisa membuat kemarahan publik. "kalau didalami mungkin kita akan menemukan pola yang lebih mengerikan. Ini jangan dianggap persoalan sepele," tegas Asfinawti. (*)

Untuk melihat video pengakuan dokter fiera lovita, cek link: https://youtu.be/futAH7AjSHg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah dan Pengusaha Berperan Besar Mewujudkan Generasi Bangsa Yang Unggul

Eksotisme Budaya SAD Batin IX Saat Lamaran (Part 2)

Ditampar Harga Karet, Petani Menanti Janji Politik