Berhentilah Bersikap Tidak Mau Tahu, Teroris Ada Di Sekitar Kita
![]() |
| Kapolres Bungo (kiri) menunjukkan barang bukti dari terduga teroris yang diamankan. (Foto: Tribun Jambi/Jaka HB) |
TAHUN ini, nama Provinsi Jambi semakin sering dilibatkan saat ada aksi terorisme. Padahal di tahun-tahun sebelumnya,, nyaris tidak ada nama Jambi disebut ketika ada aksi terorisme di Tanah Air.
Kini nama Jambi kembali disebut-sebut, ketika ada aksi pembakaran di Polres Dharmasraya.
Dua orang pelaku pembakaran gedung utama Markas Polres Dharmasraya, Sumatera barat, telah diidentifikasi sebagai warga Provinsi Jambi, sesuai dengan kartu pengenal yang mereka miliki.
Polisi menduga keduanya bagian dari kelompok yang berafiliasi dengan jaringan teroris tertentu.
Tentu saja ini cukup mengagetkan. Bila sebelum-sebelumnya warga Jambi terduga teroris cuma diamankan di Provinsi Jambi, kali ini mereka sudah bergerak ke luar daerah.
Bukan tak mungkin ada lagi yang ikut dalam aksi yang sama, hanya saja nasibnya tidak seperti dua orang itu, yang langsung maju melakukan pembakaran, hingga akhirnya tewas dalam berondongan peluru tajam.
Namun sebenarnya tak mengherankan juga bila ada dugaan teroris dari Jambi bergerak ke luar Jambi. Beberapa waktu lalu sudah terdeteksi sejumlah warga dari Jambi dan beberapa daerah lain di Pulau Sumatera, yang mengikuti pelatihan ]menembak di Riau.
Bisa saja, setelah pulang dari Riau, mereka merekrut lebih banyak anggotanya lagi. Beberapa orang sudah ditangkap, ada yang di Kumpeh, Kota Jambi, dan daerah lainnya. Di antara yang sudah ditangkap itu ada yang merupakan ahli dalam merakit bom.
Ini menunjukkan bahwa potensi masih adanya jaringan tersebut di Jambi, atau bibit-bibit yang telah dipupuk untuk menghadirkan teror, kemungkinan besar masih ada di Jambi. Apalagi dengan adanya aksi di Sumatera Barat, yang mengkonfirmasi dugaan-dugaan tersebut.
Pada peristiwa di Sumatera Barat yang terjadi pada Minggu (12/11/2017) dini hari, kita patut bersyukur tidak ada korban tewas dari kepolisian maupun sipil.
Hanya terduga teroris itu yang berakhir hidupnya di dunia ini. Namun peringatan keras sudah terlihat dari peristiwa itu.
Teroris seolah-olah menyampaikan pesan, bahwa mereka tidak takut dengan kepolisian, dan sudah siap untuk melawan polisi.
Itu yang membuatnya begitu bersemangat menyerang sejumlah markas polisi, termasuk Mapolres Dharmasraya. Mereka ingin menunjukkan taringnya ke publik.
Hal ini tentu saja harus diantisipasi dengan baik oleh seluruh lapisan aparat keamanan, dan tentu saja oleh masyarakat.
Kita tidak boleh lengah. Mereka yang telah siap mengacaukan negara ini sesungguhnya berada tak jauh dari kita, hanya saja sulit mengenalinya dan memastikannya.
Untuk itu kiranya agar masyarakat saling mengawasi satu sama lain, saling mengingatkan bila dirasa ada yang berpikiran ke arah terorisme, dan juga melaporkan ke pihak berwajib bila melihat ada yang mencurigakan.
Kita lebih baik waspada, lebih baik mencegah daripada mengobati.
Demikian juga dengan aparat keamanan, harus lebih waspada lagi. Jangan lagi kiranya ada markas kepolisian yang sampai bisa dengan mudahnya dibakar oleh teroris. Kita tidak takut. (*)

Komentar
Posting Komentar