Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

Anas Mengaku Ditugasi Amankan SBY

Gambar
FOTO:TRIBUNNEWS/DANY PERMANA MANTAN Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengaku pernah ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengamankan kasus bail out Bank Century. Hal itu disampaikan pengacara Anas, Handika Honggowongso. Selaku Ketua Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat ketika itu, Anas mengaku diminta mencegah agar Panitia Khusus (Pansus) Bank Century di DPR tidak mengarah ke SBY, baik secara hukum maupun politik. “Disampaikan (oleh Anas), jika saya (Anas) dipanggil SBY di Cikeas. Dalam pertemuan tersebut SBY memberi pengarahan ke saya (Anas) untuk mencegah supaya Pansus Century DPR tidak mengarah, baik secara hukum maupun politik ke SBY,” kata Handika saat dihubungi wartawan, Rabu (5/2/2014), menirukan pengakuan Anas. Menurut Handika, kliennya pernah diminta melobi fraksi partai lain untuk mengamankan SBY dan membangun opini di media massa jika SBY tidak terlibat. Terkait tugas tersebut, kata Handika, Anas diminta berkoordinasi dengan Wakil ...

Petinggi Partai (Masih) Bermental Pengemis

Gambar
MUAK. Itulah yang bisa diungkapkan melihat sebagian besar petinggi partai politik begitu mengharapkan kucuran dari saksi lewat APBN. Mereka begitu mengharapkan dana ratusan miliar rupiah untuk membiayai honor saksi di tempat pemungutan suara. Haruskah saksi dibiayai uang rakyat yang terkumpul di APBN? Hanya dua parpol yang dengan tegas menolak kucuran dana dari APBN untuk membiayai saksi partai politik. Tentu patut diacungi jempol untuk partai yang menolak ini, terlepas sedang memainkan intrik atau karena keteguhannya pada idealisme berpolitik. Memang, tidak sepantasnya uang rakyat digunakan untuk membiayai aktivitas partai politik, apalagi untuk dana saksi parpol. Bukankah parpol sudah memiliki kader di setiap daerah sehingga akhirnya lolos sebagai peserta pemilu 2014? Artinya, parpol bisa menggunakan kadernya untuk saksi. Jadi tidak perlu dana toh? Bila kader partai tidak mau menjadi saksi tanpa bayaran, ini artinya partai itu sudah sewajarnya melakukan intropeksi diri. Ini a...

Semakin Diserang, Jokowi Kian Kuat

Gambar
MENJELANG pemilihan legislatif dan pemilihan presiden, Joko Widodo, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jakarta, semakin banyak mendapatkan serangan. Namun semakin diserang, pria yang akrab dipanggil Jokowi itu justru terlihat semakin mendapatkan dukungan dan simpatik dari masyarakat. Serangan terhadap Jokowi sudah sangat kentara saat maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, berpasangan dengan Basuki alias Ahok. Pasangan ini diterjang sejumlah isu negatif. Isu agama tidak lepas dari pasangan ini. Bahkan Rhoma Irama pun turut menyampaikan serangan berdalih isu agama. Hasilnya? Joko Widodo akhirnya keluar sebagai pemenang. Ia menduduki kursi DKI 1. Serangan belum juga redup setelah kursi itu diduduki. Isu agama, yang selama ini sangat mudah disulut di negeri yang katanya 'pancasilais' ini, kembali dikobarkan. Bisa dilihat dari penolakan kebijakan Jokowi-Ahok yang mengangkat sejumlah pegawai non muslim sebagai lurah dan camat. Paling santer disorot adalah pengangkatanLurah...