Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Jokowi Vs Prabowo: Buang Fanatismemu, Kawan!

Gambar
DUA orang sahabat diskusi berdebat panjang tentang dua sosok calon presiden yang bakal bertarung di Pilpres 2014: Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto (Prabowo). Satu orang pro Jokowi dan satu lagi pro Prabowo. Mereka sahabat lama yang memang telah sering diskusi dengan masalah sosial dan politik. Perdebatannya panjang lebar dan bahkan terlalu melebar. Masing-masing mengagungkan kehebatan idolanya, dan tentu saja tak lupa melakukan serangan dengan mengungkap sejumlah kelemahan lawannya. Mereka menggunakan referensi pemberitaan di media massa dan dibumbui desas-desus alias gosip. Pendukung Jokowi menyebut yang pantas memimpin Indonesia saat ini adalah Jokowi. Ia mengemukakan banyak alasan, diantaranya kemampuan Jokowi merelokasi ribuan warga yang telah mendiami sejumlah bantaran sungai di Jakarta ke rumah susun yang layak huni. Dia melakukan revitalisasi sejumlah waduk. Tak hanya itu, ia juga menyebut selama menjadi Wali Kota Solo, Jokowi telah mampu membangun pasar tradiso...

Berkas Kasus HAM Prabowo Sudah di Kejaksaan

Gambar
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, Prabowo Subianto, yang kini menjadi bakal calon presiden untuk pilpres pada 9 Juli mendatang, merupakan seorang saksi pelaku pelanggaran HAM yang pernah dipanggil Komnas HAM.  foto: tribunnews.com Prabowo ternyata tidak memenuhi panggilan itu, dan kasus terhadapnya masih dalam proses peradilan serta berkasnya sudah ada di kejaksaan. Hal itu diungkapkan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Demikian dilansir Kompas.com, Jumat (23/5/2014). Pernyataan Natalius itu menanggapi laporan kantor berita Reuters yang dimuat Kompas.com sebelumnya, yang membandingkan Prabowo dengan Perdana Menteri India yang baru saja terpilih, Narendra Modi, terkait sikap AS.  Paman Sam selama ini menolak permohonan visa Modi, sebagaimana juga permohonan Prabowo, karena keduanya diduga terlibat pembunuhan massal.  Modi dituduh terkait dengan kerusuhan berbau agama di negara bagian asalnya di Gujarat pada 2002, tempat lebih d...

Prostitusi di Jambi Dalam Balutan Panti Pijat

Gambar
PRAKTIK prostistusi berkedok panti pijat cukup marak di Kota Jambi. Namun pemerintah daerah seperti tutup mata terkait persoalan sosial ini. Bisnis haram ini pun jadi seperti legal sebab ada izin dari pemerintah. Berdasarkan data dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPM-PPT) Kota Jambi, panti pijat yang memiliki ijin hingga Maret 2014 hanya 14 usaha. Sementara berdasarkan penelusuran Tribun, jumlah panti pijit sudah lebih dari 30 usaha, dominan di Jelutung, Jambi Timur, dan Jambi Selatan. ilustrasi BPM-PPT Kota Jambi mengklaim bahwa sampai sejauh ini izin panti pijat yang mereka keluarkan digunakan sebagaimana mestinya oleh pengusahanya. "Kami hanya mengeluarkan ijin, sejauh ini belum pernah ada laporan (penyalahgunaan izin)," kata Nurbaya, Kabid Monitoring Evalusi dan Pelaporan BPM-PPT. Penelusuran Tribun, sebagian besar panti pijat di Kota Jambi menyediakan layanan prostitusi. Praktik seperti ini umum disebut pijat plus-plus. Dari tiga panti ...

Ketika Idealisme Mahasiswa Tergadai

AKHIR-akhir ini sebagian gerakan mahasiswa secara nyata-nyata menunjukkan ketidaknetralannya. Gerakan mahasiswa, utamanya yang dimotori Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), lebih condong untuk mendukung kepentingan partai politik (parpol) tertentu. Ini bisa dilihat dari aksi sejumlah gerakan mahasiswa yang menolak kehadiran Joko Widodo di kampus ITB. Ada pula gerakan yang menolak Jokowi -panggilan Joko Widodo- menjadi calon presiden dengan alasan ia harus menuntaskan tugasnya memimpin DKI Jakarta hingga akhir periode. Di sisi lain, massa dari gerakan ini mengundang sesosok tokoh yang digadang-gadang jadi capres/cawapres ke kampus mengisi acara. Gerakan mahasiswa pada dasarnya adalah gerakan yang murni untuk mengangkat derajat bangsa, membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan mengingatkan pemimpin yang alpa. Gerakan mahasiswa ialah gerakan yang mengedepankan idealisme dan mengedepankan kepentingan umum. Namun fenomena gerakan mahasiswa di atas, telah menunjukkan penyimpangan...