Postingan

Menampilkan postingan dengan label HAM

Sudah Kumaafkan Status Facebook Yang Keji Itu

Gambar
Inilah satu di antara postingan yang ada di fanpage Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS SELASA (6/12) pagi, aku terkejut saat melihat postingan di facebook dengan nama akun fanpage Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS. Saya tidak tahu pasti apakah itu akun milik Habib Rizieq yang sangat dihormati itu, atau orang yang mengaku-ngaku. Di akun itu dituliskan: Fanpage Resmi Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS - Imam Besar Front Pembela Islam. Aku lihat ada 242.187 yang suka (like) fanpage tersebut. Delapan orang di antaranya temanku. Keterkejutanku terjadi saat aku melihat isi yang ada di sana. Awalnya biasa-biasa saja. Tapi saat terus aku scroll ke bawah, muncul postingan gambar yang tidak biasa. Ada nama perusahaan tempatku bernaung yang sedang dibicarakannya. "KOMPAS, Media Spesialis LIPUTAN SAMPAH atau memang MEDIA SAMPAH???" itulah kalimat yang jadi semacam penjelasan atau caption atas gambar yang dia posting. Namun saat aku coba buka link ya...

Intan Olivia, Usaplah Mata Hati Indonesia

Gambar
Intan Olivia Marbun (Foto: Facebook ) Senin, 14 November 2016, Intan akhirnya dipanggil Sang Pencipta. Tuhan telah menghilangkan luka dan derita yang teramat memilukan yang dirasakan gadis kecil itu. Tuhan tak rela, mungkin juga turut menangis melihat penderitaan bocah yang jadi korban keganasan teroris itu. 14 jam Intan merasakan panasnya luka bakar akibat bom molotov, yang sengaja dilempar orang yang mungkin berpikir bahwa dia sedang jihad. Intan tak sendiri, masih ada bocah-bocah lain yang juga jadi korban kebiadaban ini. Saat bangun dan membaca di media sosial bahwa Intan sudah meninggal, tak terasa air mataku berair, dan nyaris tumpah. Aku berusaha menahan agar jangan sampai keluar dari sudut mataku. Ada kesedihan luar biasa yang mendadak aku rasakan. Kesedihan itu semakin menjadi-jadi saat istriku datang menghampiriku. Dia juga bercerita anak kecil yang belum mengetahui apa-apa tentang negerinya itu telah meninggal. Kesedihan diungkapkannya, dan betapa berat suaranya me...

Jangan Sekedar Menutup Lokalisasi Pucuk

Gambar
MASYARAKAT pada zaman kerajaan Yunani Kuno sudah mengenal istilah prostitusi. Kala itu, pelacuran dianggap pekerjaan yang diakui publik, dan dianggap sebagai hak istimewa kaum lelaki. PSK dan warga sekitar lokalisasi Pucuk saat demonstrasi di depan DPRD Kota Jambi (foto:www.tribunjambi.com) Sementara pada masa kerajaan Romawi, pelacuran dianggap sebagai penyelewengan moral. Pelacur akan diberikan hukuman berat. Walau demikian, masa itu praktik pelacuran tak juga bisa dihentikan, bahkan sudah dianggap hal yang lumrah. Di Kota Jambi, pelacuran juga bukan hal yang baru, setidaknya sudah puluhan tahun. Cerita yang berkembang, sebelum tahun 1970 sudah ada tempat khusus untuk prostitusi, saat itu di kawasan Broni. Lalu pada tahun 1970an, dilakukan pemindahan secara besar-besaran ke Payo Sigadung, atau yang lebih tenar dengan nama Pucuk. Seiring waktu, Pucuk berkembang menjadi lokasi prostitusi yang cukup besar, yang dihuni ratusan pekerja seks komersial (PSK), yang dipekerjaka...

Jurnalis Teruslah Menulis

Gambar
KENING berkerut. Itulah yang terjadi saat saya membaca status di akun facebook seorang teman. Di status akun itu tertulis pernyataan seorang wali kota. Isinya sederhana. Disebutkan pada akun tersebut, wali kota mengatakan wartawan yang sering menulis tentang keluhan orang di lokalisasi patut dicurigai sebagai pemegang saham di lokalisasi tersebut. Saya memang tidak mengetahui dalam konteks apa wali kota berujar demikian. Saya juga tidak tahu apakah itu ungkapan dari dalam hati wali kota, atau hanya kelakar semata. Saya cek ke beberapa teman yang biasa meliput kegiatan bos di kotamadya itu, mereka mengatakan memang ucapan itu keluar dari mulut wali kota. Entah pernyataan tersebut serius ataupun kelakar, saya mendikte wali kota ini tidak berpikir cerdas sebelum mengeluarkan ucapannya. Apalagi saya dengar dari teman, pernyataan itu disampaikannya saat paripurna di gedung DPRD. Artinya, ia menyampaikan hal itu di depan seluruh rakyat yang diwakili oleh anggota dewan. Pernyataan dem...

Aborsi Dilegalkan, Indonesia Pembunuh Berdarah Diring

Gambar
SUNGGUH luar biasa. Di negera bernama Indonesia, praktek aborsi telah dilegalkan. Di negara yang konon katanya berbudaya dan masyarakatnya religius itu, keluar Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Dalam peraturan itulah praktek aborsi (menggugurkan janin) diperolehkan. ilustrasi sumber: net Kebijakan legalisasi aborsi telah memberi celah bagi pelaku asusila untuk melakukan aborsi. Memang, di dalam aturan tersebut, tidak sembarang melakukan aborsi, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Satu diantaranya adalah, yang dibenarkan melakukan aborsi ialah korban tindakan asusila (kehamilan akibat pemerkosaan). Disadari atau tidak, ini merupakan bentuk nyata bagaimana negara telah alpa menyelamatkan bayi tidak berdosa. Mungkin, pemerintah tidak mau pusing lagi memikirkan cara terbaik untuk menyelamatkan bayi-bayi yang terancam hidupnya karena kehadirannya tidak diharapkan orangtuanya. Padahal, masih cukup banyak cara yang bisa ditempuh untuk mem...

Ja'far Umar Thalib Tidak Layak Jadi WNI

Gambar
PALINGMA Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib menegaskan dirinya tidak takut kepada Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Hal ini dinyatakan di hadapan ratusan orang dalam acara tabligh akbar berjudul “Perang Melawan Pluralisme” di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Minggu (8/6/2014). Ja'far Umar Thalib (tengah). foto:suaramerdeka.com Ja’far mengatakan dirinya siap berperang melawan pluralisme karena menurut dia, Islam tidak mengenal paham tersebut. Penolakan dan kecaman untuk hidup dalam keberagaman itu ditujukan juga kepada Raja Kraton Yogyakarta yang dianggap selalu menyerukan pluralisme. “Umat Islam menentang pluralisme. Biarpun Sultan bilang begitu, saya tidak takut kepada Sultan. Meskipun ratusan Kraton bersatu, saya tidak takut,” katanya. Ia pun mengatakan, salah satu resiko berperang melawan pluralisme adalah ditangkap Polisi. Tapi menurut dia, itu adalah resiko biasa dalam berperang. Ditambah lagi, Ja’far Umar Thalib mengaku tidak punya rasa takut kep...

Pernyataan Prabowo Menyakiti Hati Paian

Gambar
KELUARGA korban penghilangan paksa dan penculikan para aktivis di kerusuhan 1998 merasa sakit hati dan dibuka kembali luka lamanya terkait pernyataan mantan Komandan Jenderal Kopassus Prabowo Subianto yang menyatakan tak terlibat dalam kasus tersebut. Menurut para keluarga korban, Prabowo melepas tanggung jawab lantaran ingin maju kembali dalam pemilu presiden pada 2014. Prabowo Subianto. foto:kompas.com Paian Siahaan, orangtua dari Ucok Munandar Siahaan, korban penghilangan paksa dan penculikan aktivis pada 1998, mengatakan, indikasi terlibatnya Prabowo dalam operasi itu sangat kuat. Pasalnya, Prabowo merupakan komandan yang bertanggung jawab atas operasi yang dilakukan oleh Tim Mawar pada 1998. Paian melanjutkan, sepengetahuannya Prabowo tak pernah hadir saat dipanggil oleh Komnas HAM dan DPR. Kalau memang benar tak terlibat, kata Paian, seharusnya Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra itu memenuhi panggilan Komnas HAM dan DPR untuk memberi penjelasan secara rinci mengenai ...

Berkas Kasus HAM Prabowo Sudah di Kejaksaan

Gambar
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, Prabowo Subianto, yang kini menjadi bakal calon presiden untuk pilpres pada 9 Juli mendatang, merupakan seorang saksi pelaku pelanggaran HAM yang pernah dipanggil Komnas HAM.  foto: tribunnews.com Prabowo ternyata tidak memenuhi panggilan itu, dan kasus terhadapnya masih dalam proses peradilan serta berkasnya sudah ada di kejaksaan. Hal itu diungkapkan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Demikian dilansir Kompas.com, Jumat (23/5/2014). Pernyataan Natalius itu menanggapi laporan kantor berita Reuters yang dimuat Kompas.com sebelumnya, yang membandingkan Prabowo dengan Perdana Menteri India yang baru saja terpilih, Narendra Modi, terkait sikap AS.  Paman Sam selama ini menolak permohonan visa Modi, sebagaimana juga permohonan Prabowo, karena keduanya diduga terlibat pembunuhan massal.  Modi dituduh terkait dengan kerusuhan berbau agama di negara bagian asalnya di Gujarat pada 2002, tempat lebih d...