Postingan

Menampilkan postingan dengan label budaya

Ketika Kofifah Memberi Rokok Kepada Orang Rimba

MENINGGALNYA belasan Orang Rimba (Suku Anak Dalam) di Provinsi Jambi menjadi perhatian pemerintah pusat. Tidak tanggung-tanggung, Menteri Sosial Kofifah Indar Parawasa datang ke Bumi Sepucuk Jambi sembilan Lurah karena berita yang heboh di media lokal dan nasional itu. Kedatangannya kali ini membuat saya secara pribadi melihat suatu hal yang positif. Kaum marginal seperti orang rimba, ternyata sudah mulai mendapat tempat di negara ini. Mereka bukan lagi dianggap 'sampah' yang musti dihilangkan atau dimusnahkan atau dilokalisir. Di mata pemerintah pusat, setidaknya di mata seorang pejabat sekelas Menteri Sosial, orang rimba sudah diangap sebagai warga negera,pemilik sah negeri ini.  Namun apa yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan saya. Kofifah yang saat datang menjumpai orang rimba kelompok Tumenggng Marituha membawa rokok dan memberikan rokok itu kepada orang rimba, mendapat kecaman dari berbagai pihak. Terutama YLKI. Kofifah dianggap telah mengajarkan sesuatu ya...

Legenda Dari Jambi: Puteri Cermin Cina

PERNAHKAH mendengar kisah Puteri Cermin Cina? Mungkin sudah sangat asing bagi masyarakat saat ini, apalagi yang bukan warga Kecamatan Pemayung, Batanghari. Legenda ini sangat lekat dengan tiga desa di Pemayung. Bagaimana kisah Legenda Puteri Cermin Cina tersebut? Dahulu di daerah Jambi ada sebuah negeri yang diperintah oleh seorang Raja yang bernama Sutan Mambang Matahari. Sutan mempunyai seorang anak laki-laki bernama Tuan Muda Selat dan seorang anak perempuan bernama Putri cermin Cina. Tuan Muda Selat adalah seorang pemuda yang berwajah tampan tapi sifatnya sedikit ceroboh. Sedangkan Putri Cermin Cina adakah seorang putri yang cantik jelita, baik hati, dan lemah lembut.serta penyabar. Menelusuri Legenda Puteri Cermin Cina dari Batanghari,Pepo­honan masih rimbun di kanan-kiri jalan. Tak terlalu banyak rumah yang menggerombol ditepi Sungai Batanghari. Setiap ruas jalan masih tampak ranjau-ranjau kotoran sapi, ternak warga yang dibiarkan lepas. Itulah Desa Senaning. Sebuah desa yang...

Geopark Merangin, Harta Karun Indonesia

Gambar
SECARA harfiah Geopark berarti taman bumi yang mengacu pada situs warisan geologis (geological heritages) dan terintegrasi dengan warisan budaya (cultural heritages) di wilayah itu sendiri yang bertujuan sebagai bagian konservasi, edukasi dan pembangunan dengan sistem berkesinambungan. Tepian Sungai Merangin. (foto:net) Geopark atau biasa disebut kawasan taman bumi adalah salah satu situs yang banyak memiliki peninggalan kuno dari kehidupan masa lalu.  satu kabupaten di Provinsi Jambi memiliki kekayaan geologis geopark, yakni Kabupaten Merangin, persisnya terletak di Desa Air Batu Kecamatan Renah Pembarap. Penemuan geopark ini dimulai dari ketidak sengajaan masyarakat setempat yang menemukan fosil purba yang berukuran 2,5 meter tepat berada di pinggir sungai tempat mereka melakukan aktifitas olah raga arung jeram. Pada penemuan fosil kayu itu, para ahli memperkirakan zaman dahulu gunung berapi meletus 5 kali dalam rentang waktu 20 juta tahun. Akibat letusan itu debu vulkani...

Besalih, Pengharapan Terakhir Suku Bathin IX

Gambar
FOTO: KOMPAS/IRMA TAMBUNAN RITUAL besalih dilaksanakan secara turun-temurun oleh komunitas terasing suku Bathin IX di Kabupaten Batanghari, Jambi. Namun, tradisi yang bertujuan memohon kesembuhan kepada Sang Pencipta ini semakin langka. Suasana pelaksanaan ritual besalih di Desa Singkawang, Kecamatan Muara Bulian, Batanghari, Rabu (16/2). Dua pria berjalan terseret memegang burung ondan. Mereka kemudian berhadapan dan menggerakkan tangan begitu cepat ke arah lawan. Salah satu pria tiba-tiba terjatuh kaku. Si burung ondan lepas dari tangannya. Suasana mencekam dalam iringan mantra dan tabuh rebana sepanjang malam, pertengahan Februari lalu. Sejumlah warga dengan cepat mendekap Sultani (50), pria yang terjatuh kaku. Sebuah mangkuk berasap kemenyan didekatkan kepadanya. Sultani akhirnya terjaga dan langsung mengusapkan kedua tangan ke wajahnya. Ia terlihat sangat letih. Sepanjang malam, Sultani pingsan hingga lima kali dalam ritual besalih yang digelar masyarakat suku terasing B...

Membeli Mimpi Orang Rimba Jambi

Gambar
Memiliki rumah mewah yang dihiasi berbagai perabotan bernilai seni tinggi menjadi impian sebagian besar masyarakat. Tak sedikit juga yang memiliki impian untuk plesiran ke luar negeri, untuk menikmati suasana yang biasa dirasakan para pejabat negara ketika pergi plesiran dengan alasan kunjungan kerja. Namun Bagi orang rimba, mimpi-mimpi seperti itu tidak terbayang dibenaknya. saya bersama orang rimba dari kelompok Tumenggung Marituha (Dok Pribadi) ORANG rimba, atau yang oleh pemerintah lebih senang menyebutnya suku anak dalam (SAD), tidak pernah memimpikan yang sifatnya bermewah-mewah dan kehidupan foya-foya. Tidak ada mimpi untuk tinggal di rumah gedung, dan tak ada hasrat untuk memandangi indahnya ombak di Bali dan Hawai. Bagi mereka, tidur di bawah lebatnya daun pepohonan di dalam hutan belantara, adalah kenikmatan yang luar biasa. Itulah mimpi mereka, senantiasa bisa hidup tenang di dalam hutan, dan mewariskannya kepada anak cucunya. Hutan yang terjaga, membuat mereka tak k...

Fitnah, Politik, dan Akhirat

Gambar
DISKUSI singkat dengan seorang teman kemarin sore (11/6/2014) mengingatkanku tentang pelajaran berharga yang saya dapatkan beberapa tahun lalu. Pelajaran itu adalah pengetahuan kehidupan. Salah satu pokok bahasannya tentang ajaran 6 agama besar yang dianut bangsa Indonesia.   ilustrasi Diskusi yang sebenarnya cukup singkat terkait aktivitas politik di era kampanye Pilpres 2014. Kita berbicara mulai dari pendukung calon hingga calon itu sendiri. Satu poin penting yang jadi sorotan adalah maraknya fitnah terhadap calon presiden.   "Kalau di kami umat Islam, fitnah itu sangat berat hukumannya. Orang yang melakukan fitnah harus meminta maaf langsung kepada orang yang difitnahnya bila ingin dosanya diampuni Allah," kata teman itu. Pelaku fitnah juga harus meminta maaf kepada orang2 yang terlanjur percaya atas fitnah yang telah disebarnya. Ya, ini sudah pernah saya pelajari dan teman ini kembali mengingatkan saya. Soal fitnah ini, sebenanrnya bukan hanya dilarang dalam...

Rangkul Tuo Tengganai Selamatkan Candi Muarojambi

Candi Muaro Jambi turut diperbincangkan para ahli dalam International Conference on Jambi Studies (ICJS), yang diadakan di Novita Hotel. Eriansyah adalah satu diantara pembicara yang membahasnya. Ia mempresentasikan sebuah upaya dalam pelestarian candi tersebut.  SITUS Percandian Muaro Jambi, yang diyakini komplek percandian terbesar di Asia Tenggara, membutuhkan sentuhan baru dalam pelestariannya. Saat ini keberadaannya terancam sejumlah aktivitas yang bisa merusaknya, baik aktivitas perseorangan, komunal, maupun perusahaan. Satu diantara ancaman itu adalah penambangan emas dan koral di sungai Batanghari. Aktivitas penambangan menggunakan perahu apung bermesin (don feng) yang terlihat di sepanjang DAS Batanghari telah beropreasi kompleks percandian Muara Jambi. "Hal ini tentunya sangat berisiko terhadap kelestarian Komplek Percandian Muara Jambi," kata Eriansyah, pembicara dalam ICJS, di Novita Hotel, Jumat (22/11). Akademisi dari Universitas Andalas tersebut mengat...

Rachman Sabur-Meretas Lingkungan yang Beradab

Gambar
PANAS . Itulah kata yang terucap dari Rachman Sabur tentang Kota Jambi, kala berbincang dengan Tribun di Taman Budaya Jambi, Kamis (20/6). Hawa di Tanah Pilih Pusako Betuah ini memang sangat jauh berbeda dengan tempat tinggalnya, Kota Bandung, Jawa Barat. RACHMAN SABUR |TRIBUNJBI/ALDINO| Cuaca terik yang menyelimuti Kota Jambi diyakininya tak terlepas dari kerusakan lingkungan di Provinsi Jambi dan daerah-daerah sekitarnya. Utamanya faktor kerusakan hutan. Memang, hutan di Jambi banyak yang dialihfungsikan menjadi areal perkebunan dan pertambangan. Pengrusakan hutan yang terjadi belasan hingga puluhan tahun lalu, kini terasa jelas dampaknya, yang membuat warga Kota Jambi mengeluh kepanasan setiap hari. Bila yang sudah tinggal di Jambi saja merasakan panas, tentu yang datang dari daerah sejuk akan merasa lebih panas lagi. "Pengaruh kerusakan lingkungan seperti itu. Pengrusakan yang dilakukan sekarang, dampaknya tidak langsung dirasakan saat ini juga, tapi beberapa tahun k...