Postingan

Menampilkan postingan dengan label Korupsi

Ketika Terlalu Bernafsu Jadi Pegawai Negeri

Gambar
Pegawai negeri sipil (PNS) masih menjadi pekerjaan yang sangat diidam-idamkan banyak orang. Berbagai cara ditempuh agar bisa menjadi PNS, termasuk dengan cara melanggar hukum. Menyogok. Banyak yang rela menggelontorkan uang banyak agar bisa jadi PNS.   KARTUN ILUSTRASI: NET Situasi ini akhirnya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mendapatkan uang banyak dengan cara yang sangat mudah dan praktis. Pengungkapan sindikat penipuan CPNS oleh Polda Jambi sedikit banyak menggambarkan situasi masih tingginya animo masyarakat Jambi menjadi PNS.   Ada tujuh orang yang diamankan, empat orang di antaranya adalah PNS, yang bekerja di berbagai instansi. Kepada para korbannya, sindikat jahat ini menjanjikan bisa meluluskan jadi PNS tanpa harus ikut tes, asalkan ada uang. Banyak yang tergiur, walau tawaran itu sungguh tak masuk akal.   Mereka sudah beraksi sejak 2013. Korban diminta hingga Rp 150 juta, bahkan bisa lebih. Selama menjalankan a...

Anas Mengaku Ditugasi Amankan SBY

Gambar
FOTO:TRIBUNNEWS/DANY PERMANA MANTAN Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengaku pernah ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengamankan kasus bail out Bank Century. Hal itu disampaikan pengacara Anas, Handika Honggowongso. Selaku Ketua Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat ketika itu, Anas mengaku diminta mencegah agar Panitia Khusus (Pansus) Bank Century di DPR tidak mengarah ke SBY, baik secara hukum maupun politik. “Disampaikan (oleh Anas), jika saya (Anas) dipanggil SBY di Cikeas. Dalam pertemuan tersebut SBY memberi pengarahan ke saya (Anas) untuk mencegah supaya Pansus Century DPR tidak mengarah, baik secara hukum maupun politik ke SBY,” kata Handika saat dihubungi wartawan, Rabu (5/2/2014), menirukan pengakuan Anas. Menurut Handika, kliennya pernah diminta melobi fraksi partai lain untuk mengamankan SBY dan membangun opini di media massa jika SBY tidak terlibat. Terkait tugas tersebut, kata Handika, Anas diminta berkoordinasi dengan Wakil ...

Main Mata di Jembatan Timbang

Gambar
Sopir truk terlihat menerima sesuatu dari awak angkutan barang JAMBI, TRIBUN-Sebuah truk warna kuning, pengangkut buah sawit, berhenti sesaat di Jembatan Timbang (Jemtim) Muara Tembesi. Kernet turun dan berlari cepat menuju ke markas petugas jembatan timbang. Tak sampai semenit, dia sudah berada lagi di truk. Ekspresinya biasa saja. Keluar masuk kantor jembatan timbang itu memang sudah biasa dia laukan. Dia mengaku baru saja menyetorkan rupiah ke petugas di sana. "Ngasih Rp 30 ribu, biar lancar. Kalau nggak dikasih, urusan bisa panjang," ucapnya kepada Tribun yang duduk di sampingnya. Boy, sapaan kernet itu, mengatakan, pemberian rupiah mereka lakukan karena muatan sudah melebihi tonase. "Muatannya sudah berlebih. Kalau nggak berlebih nggak perlu kasih setoran seperti itu," ungkapnya pekan lalu. Dia menyebut duit setoran tadi bukan dari kantong pribadinya, tapi dari bos tempatnya bekerja. "Bos sudah kasih uang jalan. Itu untuk beli minyak, biaya ...