Postingan

Siapa Bupati Batanghari Selanjutnya?

SESAAT lagi pertarungan untuk menduduki kursi terempuk di Kabupaten Batanghari akan dimulai. Banyak nama yang telah didengungkan, mulai dari incumbent, Sinwan; mantan bupati, Syahirsah, dan nama-nama lain yang berasal dari kalangan pengusaha, politisi, hingga birokrat. Lantas, siapa yang paling berpeluang? Sinwan sudah menyatakan akan maju, dan Syahirsah sudah menunjukkan gelagat akan turut bertarung untuk merebut kembali kursinya, yang sejak awal tahun 2011 diduduki Abdul Fattah dan Sinwan. Bila memang Syahirsah turut maju, maka antara Sinwan dan Syahirsah yang berpeluang besar menduduki posisi bupati. Bagaimana dengan nama-nama lain seperti Ardian Faisal, Fathudin Abdi, Camelia Puji Astuti, Arzanil, Jasasila, dan Yazirman? Mereka sebenarnya bukan tidak memiliki kapasitas untuk menjadi bupati. Bahkan diantara nama-nama itu ada yang lebih lebih capable menjadi bupati. Namun untuk menjadi bupati, bukan hanya melihat apakah seseorang itu capable atau tidak, . Pemilihan bupati adalah ...

Aborsi Dilegalkan, Indonesia Pembunuh Berdarah Diring

Gambar
SUNGGUH luar biasa. Di negera bernama Indonesia, praktek aborsi telah dilegalkan. Di negara yang konon katanya berbudaya dan masyarakatnya religius itu, keluar Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Dalam peraturan itulah praktek aborsi (menggugurkan janin) diperolehkan. ilustrasi sumber: net Kebijakan legalisasi aborsi telah memberi celah bagi pelaku asusila untuk melakukan aborsi. Memang, di dalam aturan tersebut, tidak sembarang melakukan aborsi, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Satu diantaranya adalah, yang dibenarkan melakukan aborsi ialah korban tindakan asusila (kehamilan akibat pemerkosaan). Disadari atau tidak, ini merupakan bentuk nyata bagaimana negara telah alpa menyelamatkan bayi tidak berdosa. Mungkin, pemerintah tidak mau pusing lagi memikirkan cara terbaik untuk menyelamatkan bayi-bayi yang terancam hidupnya karena kehadirannya tidak diharapkan orangtuanya. Padahal, masih cukup banyak cara yang bisa ditempuh untuk mem...

Jokowi-JK, Harapan Baru

Gambar
PENGHITUNGAN suara hasil pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai peraih suara terbanyak. Pasangan ini memperoleh 53,15 persen dari suara sah.  Pesaingnya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, memperoleh 46,85 persen. Bila tidak ada aral melintang Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada Oktober mendatang. Selamat datang pemimpin baru. Selamat kepada Jokowi-JK! Cita-cita dan harapan rakyat dititipkan ke pundakmu. Keputusan KPU tersebut juga mengakhiri polemik di masyarakat tentang siapa pemenang Pilpres, karena adanya perbedaan hasil hitung cepat dari beberapa lembaga survei. Hasil penghitungan yang dilakukan KPU harus menjadi rujukan terakhir. Setelah selesainya penghitungan itu, kini kembali kepada semua pihak untuk tetap menjaga dan mengedepankan kepentingan bangsa, menghormati apa pun keputusan yang dikeluarkan KPU. Y...

Prabowo, Kebebasan Pers, dan Netralitas Media

AWALNYA saya tertawa membaca berita di sebuah media online papan atas Tanah Air. Berita itu berisi reaksi Prabowo terhadap sejumlah wartawan yang ingin mewawancarainya bertepatan di hari pemungutan suara Pemilihan Presiden. Sejumlah wartawan nasional dan internasional siap-siap mewawancarainya. Namun tanpa disangka-sangka, dia memarahi sejumlah wartawan, diantaranya wartawan dari beritasatu, kompas, tempo, dan metro tv. Dia merasa media-media tersebut tidak mendukungnya. Katanya tidak fair, sadis, dan ocehan lainnya. Bahkan wawancara dengan metro tv tidak dilayaninya. Benarkah apa yang diungkapkan Prabowo? Bila melihat selama masa pemilihan presiden, mulai dari sebelum kampanye hingga pemilihan presiden, media-media di atas memang menunjukkan tidak berpihak kepada Prabowo. Media di Indonesia terpecah pada masa pemilihan presiden. Ada yang pro terhadap Prabowo dan ada juga yang pro terhadap Jokowi, serta ada yang memilih netral. Ada media yang habis-habisan mendukung calon preside...

Fitnah, Politik, dan Akhirat

Gambar
DISKUSI singkat dengan seorang teman kemarin sore (11/6/2014) mengingatkanku tentang pelajaran berharga yang saya dapatkan beberapa tahun lalu. Pelajaran itu adalah pengetahuan kehidupan. Salah satu pokok bahasannya tentang ajaran 6 agama besar yang dianut bangsa Indonesia.   ilustrasi Diskusi yang sebenarnya cukup singkat terkait aktivitas politik di era kampanye Pilpres 2014. Kita berbicara mulai dari pendukung calon hingga calon itu sendiri. Satu poin penting yang jadi sorotan adalah maraknya fitnah terhadap calon presiden.   "Kalau di kami umat Islam, fitnah itu sangat berat hukumannya. Orang yang melakukan fitnah harus meminta maaf langsung kepada orang yang difitnahnya bila ingin dosanya diampuni Allah," kata teman itu. Pelaku fitnah juga harus meminta maaf kepada orang2 yang terlanjur percaya atas fitnah yang telah disebarnya. Ya, ini sudah pernah saya pelajari dan teman ini kembali mengingatkan saya. Soal fitnah ini, sebenanrnya bukan hanya dilarang dalam...

Ja'far Umar Thalib Tidak Layak Jadi WNI

Gambar
PALINGMA Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib menegaskan dirinya tidak takut kepada Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Hal ini dinyatakan di hadapan ratusan orang dalam acara tabligh akbar berjudul “Perang Melawan Pluralisme” di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Minggu (8/6/2014). Ja'far Umar Thalib (tengah). foto:suaramerdeka.com Ja’far mengatakan dirinya siap berperang melawan pluralisme karena menurut dia, Islam tidak mengenal paham tersebut. Penolakan dan kecaman untuk hidup dalam keberagaman itu ditujukan juga kepada Raja Kraton Yogyakarta yang dianggap selalu menyerukan pluralisme. “Umat Islam menentang pluralisme. Biarpun Sultan bilang begitu, saya tidak takut kepada Sultan. Meskipun ratusan Kraton bersatu, saya tidak takut,” katanya. Ia pun mengatakan, salah satu resiko berperang melawan pluralisme adalah ditangkap Polisi. Tapi menurut dia, itu adalah resiko biasa dalam berperang. Ditambah lagi, Ja’far Umar Thalib mengaku tidak punya rasa takut kep...

Pernyataan Prabowo Menyakiti Hati Paian

Gambar
KELUARGA korban penghilangan paksa dan penculikan para aktivis di kerusuhan 1998 merasa sakit hati dan dibuka kembali luka lamanya terkait pernyataan mantan Komandan Jenderal Kopassus Prabowo Subianto yang menyatakan tak terlibat dalam kasus tersebut. Menurut para keluarga korban, Prabowo melepas tanggung jawab lantaran ingin maju kembali dalam pemilu presiden pada 2014. Prabowo Subianto. foto:kompas.com Paian Siahaan, orangtua dari Ucok Munandar Siahaan, korban penghilangan paksa dan penculikan aktivis pada 1998, mengatakan, indikasi terlibatnya Prabowo dalam operasi itu sangat kuat. Pasalnya, Prabowo merupakan komandan yang bertanggung jawab atas operasi yang dilakukan oleh Tim Mawar pada 1998. Paian melanjutkan, sepengetahuannya Prabowo tak pernah hadir saat dipanggil oleh Komnas HAM dan DPR. Kalau memang benar tak terlibat, kata Paian, seharusnya Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra itu memenuhi panggilan Komnas HAM dan DPR untuk memberi penjelasan secara rinci mengenai ...