Siapa Bupati Batanghari Selanjutnya?

SESAAT lagi pertarungan untuk menduduki kursi terempuk di Kabupaten Batanghari akan dimulai. Banyak nama yang telah didengungkan, mulai dari incumbent, Sinwan; mantan bupati, Syahirsah, dan nama-nama lain yang berasal dari kalangan pengusaha, politisi, hingga birokrat. Lantas, siapa yang paling berpeluang?

Sinwan sudah menyatakan akan maju, dan Syahirsah sudah menunjukkan gelagat akan turut bertarung untuk merebut kembali kursinya, yang sejak awal tahun 2011 diduduki Abdul Fattah dan Sinwan. Bila memang Syahirsah turut maju, maka antara Sinwan dan Syahirsah yang berpeluang besar menduduki posisi bupati.

Bagaimana dengan nama-nama lain seperti Ardian Faisal, Fathudin Abdi, Camelia Puji Astuti, Arzanil, Jasasila, dan Yazirman? Mereka sebenarnya bukan tidak memiliki kapasitas untuk menjadi bupati. Bahkan diantara nama-nama itu ada yang lebih lebih capable menjadi bupati. Namun untuk menjadi bupati, bukan hanya melihat apakah seseorang itu capable atau tidak, . Pemilihan bupati adalah tentang dinamika politik.

Sinwan masuk dalam kategori kuat menjadi bupati, sebab dia saat ini merupakan seorang petahana. Dia punya infrastruktur yang bisa 'dimainkan' kapan saja. Alasan lain yang menyatakan peluang itu adalah keberhasilannya sebagai ketua DPD PAN membawa PAN meraih suara dominan di Batanghari di Pileg lalu.

Bagaimana dengan Syahirsah? Harus diakui sosok yang pernah menjadi wakil bupati dan bupati ini masih memiliki daya pikat yang besar di Batanghari. Ini telah dibuktikannya dengan berhasil menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi dari daerah pemilihan Batanghari-Muaro Jambi. Ini belum lagi didukung istrinya, Yunninta Asmara, yang terkenal cukup lincah dalam menarik perhatian masyarakat.

Pada pemilihan bupati yang terakhir, perolehan suaranya pun tidak terpaut jauh dengan yang diraih Fattah-Sinwan. Syahirsah kala itu kalah karena ketidaksolidan dalam tim kampanyenya. Harus diakui, saat itu ada optimisme berlebihan dari kubu Syahirsah-Erpan, hingga akhirnya mereka terlena di menit akhir.

Pertarungan Sinwan dan Syahirsah tahun depan bakal ditentukan oleh strategi dan tim kampanye yang mereka bentuk. Kesalahan menunjuk tim sukses akan menjadi batu sandungan. Demikian juga kesalahan menentukan strategi yang akan diterapkan sebelum dan selama kampanye. Satu hal lagi, sosok wakil yang akan mereka pilih menjadi faktor besar yang akan menentukan apakah mereka akan menang atau kalah.

Jadi, siapa yang akan mereka pinang sebagai wakil? Apakah Sinwan akan berpasangan dengan pengusaha atau politisi? Apakah Syahirsah akan berpasangan dengan birokrat lagi? Inilah babak yang akan sangat menentukan. Kesalahan memilih wakil akan membuat mereka menjauh dari kursi terempuk. (SS)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah dan Pengusaha Berperan Besar Mewujudkan Generasi Bangsa Yang Unggul

Eksotisme Budaya SAD Batin IX Saat Lamaran (Part 2)

Ditampar Harga Karet, Petani Menanti Janji Politik