Postingan

Fitnah, Politik, dan Akhirat

Gambar
DISKUSI singkat dengan seorang teman kemarin sore (11/6/2014) mengingatkanku tentang pelajaran berharga yang saya dapatkan beberapa tahun lalu. Pelajaran itu adalah pengetahuan kehidupan. Salah satu pokok bahasannya tentang ajaran 6 agama besar yang dianut bangsa Indonesia.   ilustrasi Diskusi yang sebenarnya cukup singkat terkait aktivitas politik di era kampanye Pilpres 2014. Kita berbicara mulai dari pendukung calon hingga calon itu sendiri. Satu poin penting yang jadi sorotan adalah maraknya fitnah terhadap calon presiden.   "Kalau di kami umat Islam, fitnah itu sangat berat hukumannya. Orang yang melakukan fitnah harus meminta maaf langsung kepada orang yang difitnahnya bila ingin dosanya diampuni Allah," kata teman itu. Pelaku fitnah juga harus meminta maaf kepada orang2 yang terlanjur percaya atas fitnah yang telah disebarnya. Ya, ini sudah pernah saya pelajari dan teman ini kembali mengingatkan saya. Soal fitnah ini, sebenanrnya bukan hanya dilarang dalam...

Ja'far Umar Thalib Tidak Layak Jadi WNI

Gambar
PALINGMA Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib menegaskan dirinya tidak takut kepada Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Hal ini dinyatakan di hadapan ratusan orang dalam acara tabligh akbar berjudul “Perang Melawan Pluralisme” di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Minggu (8/6/2014). Ja'far Umar Thalib (tengah). foto:suaramerdeka.com Ja’far mengatakan dirinya siap berperang melawan pluralisme karena menurut dia, Islam tidak mengenal paham tersebut. Penolakan dan kecaman untuk hidup dalam keberagaman itu ditujukan juga kepada Raja Kraton Yogyakarta yang dianggap selalu menyerukan pluralisme. “Umat Islam menentang pluralisme. Biarpun Sultan bilang begitu, saya tidak takut kepada Sultan. Meskipun ratusan Kraton bersatu, saya tidak takut,” katanya. Ia pun mengatakan, salah satu resiko berperang melawan pluralisme adalah ditangkap Polisi. Tapi menurut dia, itu adalah resiko biasa dalam berperang. Ditambah lagi, Ja’far Umar Thalib mengaku tidak punya rasa takut kep...

Pernyataan Prabowo Menyakiti Hati Paian

Gambar
KELUARGA korban penghilangan paksa dan penculikan para aktivis di kerusuhan 1998 merasa sakit hati dan dibuka kembali luka lamanya terkait pernyataan mantan Komandan Jenderal Kopassus Prabowo Subianto yang menyatakan tak terlibat dalam kasus tersebut. Menurut para keluarga korban, Prabowo melepas tanggung jawab lantaran ingin maju kembali dalam pemilu presiden pada 2014. Prabowo Subianto. foto:kompas.com Paian Siahaan, orangtua dari Ucok Munandar Siahaan, korban penghilangan paksa dan penculikan aktivis pada 1998, mengatakan, indikasi terlibatnya Prabowo dalam operasi itu sangat kuat. Pasalnya, Prabowo merupakan komandan yang bertanggung jawab atas operasi yang dilakukan oleh Tim Mawar pada 1998. Paian melanjutkan, sepengetahuannya Prabowo tak pernah hadir saat dipanggil oleh Komnas HAM dan DPR. Kalau memang benar tak terlibat, kata Paian, seharusnya Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra itu memenuhi panggilan Komnas HAM dan DPR untuk memberi penjelasan secara rinci mengenai ...

Media di Era Pilpres: Diserang tapi Disayang

SEORANG teman menulis status di akun facebooknya, media sekarang sudah tidak tepat lagi dikatakan sebagai pilar demokrasi keempat. Media sudah berpihak ke capres tertentu. Harusnya media jadi alat menyampaikan fakta. Media tidak bisa dipercaya lagi. Media sudah dibayar untuk pencitraan. Bagi saya pribadi, status di akun facebooknya itu cukup menarik sekaligus menggelitik. Mengapa demikian? Setelah saya baca beberapa link yang disebarnya melalui jejaring sosial, ternyata yang di-share merupakan link dari sejumlah media elektronik atau portal. Ada dari kompas.com, tribunnews.com, detik.com, dan portal milik media massa besar lainnya. Saya tersenyum. Ternyata link berita yang di-share-nya itu hanya link berita yang positif tentang capres jagoannya dan link berita berbau negatif dari rival capresnya. Saya tahu bahwa beliau merupakan seorang kader partai, dan menjadi tim sukses seorang capres juga, yang dikampanyekannya lewat facebook. Saya menyadari, bahwa di era digital saat ini, me...

Jokowi Vs Prabowo: Buang Fanatismemu, Kawan!

Gambar
DUA orang sahabat diskusi berdebat panjang tentang dua sosok calon presiden yang bakal bertarung di Pilpres 2014: Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto (Prabowo). Satu orang pro Jokowi dan satu lagi pro Prabowo. Mereka sahabat lama yang memang telah sering diskusi dengan masalah sosial dan politik. Perdebatannya panjang lebar dan bahkan terlalu melebar. Masing-masing mengagungkan kehebatan idolanya, dan tentu saja tak lupa melakukan serangan dengan mengungkap sejumlah kelemahan lawannya. Mereka menggunakan referensi pemberitaan di media massa dan dibumbui desas-desus alias gosip. Pendukung Jokowi menyebut yang pantas memimpin Indonesia saat ini adalah Jokowi. Ia mengemukakan banyak alasan, diantaranya kemampuan Jokowi merelokasi ribuan warga yang telah mendiami sejumlah bantaran sungai di Jakarta ke rumah susun yang layak huni. Dia melakukan revitalisasi sejumlah waduk. Tak hanya itu, ia juga menyebut selama menjadi Wali Kota Solo, Jokowi telah mampu membangun pasar tradiso...

Berkas Kasus HAM Prabowo Sudah di Kejaksaan

Gambar
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, Prabowo Subianto, yang kini menjadi bakal calon presiden untuk pilpres pada 9 Juli mendatang, merupakan seorang saksi pelaku pelanggaran HAM yang pernah dipanggil Komnas HAM.  foto: tribunnews.com Prabowo ternyata tidak memenuhi panggilan itu, dan kasus terhadapnya masih dalam proses peradilan serta berkasnya sudah ada di kejaksaan. Hal itu diungkapkan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Demikian dilansir Kompas.com, Jumat (23/5/2014). Pernyataan Natalius itu menanggapi laporan kantor berita Reuters yang dimuat Kompas.com sebelumnya, yang membandingkan Prabowo dengan Perdana Menteri India yang baru saja terpilih, Narendra Modi, terkait sikap AS.  Paman Sam selama ini menolak permohonan visa Modi, sebagaimana juga permohonan Prabowo, karena keduanya diduga terlibat pembunuhan massal.  Modi dituduh terkait dengan kerusuhan berbau agama di negara bagian asalnya di Gujarat pada 2002, tempat lebih d...

Prostitusi di Jambi Dalam Balutan Panti Pijat

Gambar
PRAKTIK prostistusi berkedok panti pijat cukup marak di Kota Jambi. Namun pemerintah daerah seperti tutup mata terkait persoalan sosial ini. Bisnis haram ini pun jadi seperti legal sebab ada izin dari pemerintah. Berdasarkan data dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPM-PPT) Kota Jambi, panti pijat yang memiliki ijin hingga Maret 2014 hanya 14 usaha. Sementara berdasarkan penelusuran Tribun, jumlah panti pijit sudah lebih dari 30 usaha, dominan di Jelutung, Jambi Timur, dan Jambi Selatan. ilustrasi BPM-PPT Kota Jambi mengklaim bahwa sampai sejauh ini izin panti pijat yang mereka keluarkan digunakan sebagaimana mestinya oleh pengusahanya. "Kami hanya mengeluarkan ijin, sejauh ini belum pernah ada laporan (penyalahgunaan izin)," kata Nurbaya, Kabid Monitoring Evalusi dan Pelaporan BPM-PPT. Penelusuran Tribun, sebagian besar panti pijat di Kota Jambi menyediakan layanan prostitusi. Praktik seperti ini umum disebut pijat plus-plus. Dari tiga panti ...