Postingan

Rangkul Tuo Tengganai Selamatkan Candi Muarojambi

Candi Muaro Jambi turut diperbincangkan para ahli dalam International Conference on Jambi Studies (ICJS), yang diadakan di Novita Hotel. Eriansyah adalah satu diantara pembicara yang membahasnya. Ia mempresentasikan sebuah upaya dalam pelestarian candi tersebut.  SITUS Percandian Muaro Jambi, yang diyakini komplek percandian terbesar di Asia Tenggara, membutuhkan sentuhan baru dalam pelestariannya. Saat ini keberadaannya terancam sejumlah aktivitas yang bisa merusaknya, baik aktivitas perseorangan, komunal, maupun perusahaan. Satu diantara ancaman itu adalah penambangan emas dan koral di sungai Batanghari. Aktivitas penambangan menggunakan perahu apung bermesin (don feng) yang terlihat di sepanjang DAS Batanghari telah beropreasi kompleks percandian Muara Jambi. "Hal ini tentunya sangat berisiko terhadap kelestarian Komplek Percandian Muara Jambi," kata Eriansyah, pembicara dalam ICJS, di Novita Hotel, Jumat (22/11). Akademisi dari Universitas Andalas tersebut mengat...

Lokalisasi Jambi Itu Bernama Pucuk

Gambar
PUCUK. Begitu orang menamai sebuah tempat di tengah Kota Jambi yang menjadi sasaran lelaki hidung belang. Tempat ini hanya berjarak sekitar 3 kilometer saja dari Kantor Gubernur Jambi, mungkin sekitar 5 kilometer dari Kantor Wali Kota Jambi. Lokasi administratifnya berada di Kelurahan Rawasari. suasana pencoblosan di Pucuk saat Pilwako Jambi Juni 2013 Entah siapa yang membuat sebutan 'pucuk' untuk tempat yang sesungguhnya bernama Payo Sigadung itu. Nama itu sudah melekat puluhan tahun. Namun yang jelas, nama Pucuk begitu terkenal di Provinsi Jambi. Bahkan, orang di luar Provinsi Jambi pun tak sedikit yang mengetahui nama dan lokasi ini. Di tempat ini, berdiri puluhan rumah yang merangkap sebagai cafe dan karaoke. Mungkin ada seratusan jumlahnya. Hampir di setiap rumah ada pelayan seksi yang masih muda, mulai dari belasan hingga 20-an tahun. Ada beberapa yang sudah senior, umurnya sudah diatas 30 tahun. Pelayan seksi itu tak hanya melayani orang saat minum, biasanya al...

Si Anak Rimba yang Ingin Cerdaskan Kaumnya

Gambar
ORANG rimba selayaknya bangga, terutama bagi yang sudah merasakan betapa pentingnya ilmu pengetahuan. BESUDUT/DOC WARSI Sebab, seorang anak dari komunitas yang tinggal di pedalaman hutan Jambi, telah berhasil lulus SMA. Anak bernama Besudut, kini siap menjajal dunia perguruan tinggi. Besudut adalah nama yang disematkan orang tuanya yang tinggal di Taman Nasional Bukit Dua Belas. Namun, di dunia pendidikan, namanya menjadi Irman Jalil. Memang agak aneh satu orang memiliki dua nama, dan kedua nama itu pun sah. Ia lebih suka bila dipanggil dengan nama Besudut. Nama Irman Jalil disematkan oleh orang tua angkatnya, seorang warga Trans Tanah Garo, waktu ia menumpang tinggal di Tanah Garo agar bisa masuk sekolah formal. "Sebenarnya bapak kasih nama Herman Jalil. Tidak tahu mengapa tertulis jadi Irman Jalil," kata Besudut kepada Tribun Jambi (Tribun Network) beberapa waktu lalu. Ia tidak memermasalahkan adanya kesalahan dalam penulisan nama. Baginya, yang terpenting ...

Mendadak Peduli Nasib Bocah Luka Bakar

NURUL Huda, bocah 8 tahun asal Desa Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, yang mengalami luka bakar awal November 2013, akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah hampir satu minggu menahan sakit, Sabtu (10/11/2013).  Namun sebelum meninggal di RS Raden Mattaher Jambi, sejumlah politisi yang menduduki jabatan strategis menjenguknya di rumah sakit.  Mereka yang mengunjungi antara lain Ketua DPD Partai Demokrat Jambi yang saat ini menjabat Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus. Ada pula politisi Partai Golkar yang baru saja dilantik menjadi Wali Kota Jambi, Syarif Fasha.  Tak mau ketinggalan, politisi Partai Amanat Nasional, yang juga Bupati Tanjung Jabung Timur, Zumi Zola, juga turut datang menjenguknya. Para politisi itu bilang turut prihatin, dan memberi bantuan kepada Nurul Huda.  Kelihatan sungguh mulia sikap yang ditunjukkan politisi ini. Namun mengingat kini tahun politik, menjadi muncul 'kecurigaan' bahwa yang mereka lakukan bukan karena dorongan hati. Muncul ke...

Lahirnya Joko Widodo Palsu di Kota Jambi

JOKO Widodo, yang kini menduduki kursi Gubernur Jakarta, menjadi sosok pemimpin yang diidam-idamkan. Setidaknya itu terlihat dari hasil survei sejumlah lembaga survei tanah air, yang menempatkan pria kurus itu di posisi teratas, membawahi perolehan politisi yang sudah lama nangkring di jagad politik Indonesia. Fenomena ini menjadi perhatian tersendiri bagi politisi lain, termasuk politisi di daerah, tak terkecuali di Kota Jambi. Mereka ingin seperti Joko Widodo, seseorang yang diidam-idamkan masyarakat, seseorang yang ingin kehadirannya selalu dinantikan. Politisi ingin terlihat sebagai sosok yang merakyat bak Jokowi. Namun konsekuensinya adalah mereka tidak lagi menjadi diri sendiri. Mereka ingin menjiplak Jokowi 100 persen, mulai dari kendaraan dinas yang murah, pakaian yang sederhana, blusukan, dan sebagainya. Padahal blusukan dan kesederhanaan itu jauh dari gaya hidupnya yang sebenarnya elitis, suka ngatur, dan suka mewah. Upaya meniru Joko Widodo ini menjadi tren di Kota Ja...

Ribuan Warga Indonesia Ditipu di Arab Saudi

Gambar
RIBUAN warga negara Indonesia di Arab Saudi menjadi korban penipuan menjelang berakhirnya kebijakan amnesti atau pemutihan bagi warga negara asing di Arab Saudi yang tak memiliki izin tinggal. Sebagian penipuan dilakukan oleh sesama WNI, tetapi ada pula yang diduga dilakukan perusahaan di Arab Saudi. sumber foto: www.baratamedia.com. Kota Mekkah di Arab Saudi Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Tatang Budi Utama Razak yang sedang berada di Arab Saudi mengungkapkan hal ini saat dihubungi Kompas, Selasa (5/11). ”Banyak dari WNI itu lugu, buta huruf sehingga mereka mudah ditipu,” kata pria yang juga menjabat Ketua Tim Perbantuan Teknis di Arab Saudi ini. Bentuk penipuan itu, antara lain, menawarkan jasa membantu pengurusan dokumen surat perjalanan laksana paspor (SPLP) oleh sesama WNI yang menghabiskan biaya berkali-kali lipat dari seharusnya. Penipuan juga diduga dilakukan perusahaan di Jeddah yang berjanji mencarika...

Es Tebu, Ical, dan Kaos Metalica

Gambar
ES tebu naik daun. Inilah salah satu dampak dari 'insiden lupa bayar es tebu' oleh rombongan Ketua Umum Partai Golkar saat menapaki Kota Jambi, awal November ini. Adalah Acit, penjual es tebu yang juga turut naik daun. Namanya mendadak terkenal, dan 'divonis' sebagai orang yang terzolimi. Ilustrasi. Penjual es tebu Kisahnya, usai santap sore di Rumah Makan Munir, rombongan Ical, yang didalamnya juga turut beberapa caleg dari Partai Golkar, mencoba minuman es tebu yang dijual oleh pedagang kaki lima bernama Acit. Gerobak es tebu terdapat tepat di depan rumah makan. Kedatangan Ical ke rumah makan itu diserbu oleh sejumlah tukang ojek dan petugas kebersihan jalan. Mereka berharap makan gratis dari orang besar itu. Namun, ketika makan bersama selesai, tidak ada yang membayar es tebu. Kata Acit, yang pesan es tebu sangat banyak. Dia menyebut sekitar 100 gelas, sebab di dalamnya juga termasuk puluhan tukang ojek dan penyapu jalanan juga ikut makan bareng rombongan ter...