Postingan

Ada Pola Mengerikan Dalam Aksi Persekusi, Tidak Boleh Dianggap Sepele

Gambar
Konfrensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/6/2017). JAKARTA - Asfinawati, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), meminta agar pemerintah jangan menganggap persekusi yang marak belakangan ini hanya dianggap sebagai konflik horizontal biasa. Selain itu juga jangan dinilai ini hanya masalah sepele. Menurutnya ada pola yang mengerikan dari persekusi yang terjadi sekarang ini. Untuk itu YLBHI meminta supaya pemerintah dalam hal ini aparat penegak hukum bisa secepatnya mengungkap dalang atau otak dibalik aksi persekusi. Hal tersebut diungkapkan Asfinawati pada diskusi Legal Update, bertema Negara Hukum dan Perburuan Manusia (Persekusi), yang dilaksanakan di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/6/2017). Dia menyebut, dalam aksi persekusi, selalu ada aktor penggerak atau otak, ada aktor lapangan, dan ada yang sekedar ikut-ikutan. Otak aksi persekusi ini yang menurut dia harus ditangkap dan diungkap.

Dokter Fiera Lovita Diintimidasi, Tidak Ingin Lagi Tugas di Solok

Gambar
Konfrensi pers dr. Fiera Lovita (tengah) terkait ancaman yang dihadapinya akibat postingan di facebook. Fiera Lovita, seorang dokter di RSUD Kota Solok, Sumatera Barat, buka-bukaan usai mengalami persekusi berupa teror dan intimidasi sekelompok orang dari ormas tertentu. Kedua anaknya yang berumur 8 dan 9,5 tahun, mengalami trauma. Mereka takut dan enggan kembali pulang ke rumah. "Anak saya merasa takut dan menangis. Takut pulang karena takut rumah diserbu," ujar Fiera saat memberikan keterangan pers di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/6). Perempuan yang akrab disapa dokter Lola itu kerap mengalami teror dan intimidasi setelah mengungkapkan pendapatnya terkait kasus hukum seorang pimpinan organisasi kemasyarakatan di Jakarta. Dia menulis pendapatnya melalui status di akun Facebook pribadinya. Pada 19-21 Mei 2017, Fiera membuat tiga status Facebook. Status tersebut dia buat setelah menyaksikan berita konferensi pers pihak kepolisian di televisi terkait...

Teroris Ditangkap di Jambi, Sudah Terlatih Rakit Bom, Lihat Videonya

Gambar
DIJAGA - Suasana di sekitar kediaman M, terduga teroris, dijaga aparat keamanan. Kediamannya berkedok servis laptop. Foto: Tribun Jambi SUASANA di Kampung Bugis RT 35 Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, geger pada Senin (29/5) malam hingga Selasa (30/5). Dua orang warga di komplek perumahan ini diciduk Densus 88. Keduanya ternyata terduga teroris. Informasi yang diperoleh, dari dua orang yang diinformasikan yakni pasangan suami istri, hanya satu orang berinisial M yang diamankan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Sementara istrinya diamankan di Mako Brimob Polda Jambi, berdasarkan informasi dari seorang sumber. "Hanya satu orang, yaitu suaminya. Istrinya tidak terlihat. Masih dicari," ujar Kapolresta Jambi, AKBP Fauzi Dalimunthe usai pengecekan TKP. Dikutip dari tribratanews.com, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dibantu Polda Jambi dan Polresta Jambi mengamankan dua orang yang diduga kelompok jaringan terorisme, Senin (29/5).

Mengapa Alfian Tanjung Jadi Tersangka? Ini Jawabannya

Gambar
Alfian Tanjung.  Foto: voa-islam.com Selasa (30/5) Alfian Tanjung resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya atas kasus ujaran kebencian dengan menuduh kader PDI Perjuangan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai PKI. "Dari dua alat bukti yang ada, Alfian Tanjung kini berstatus tersangka. Ditangkap Senin (29/5/2017) kemarin dan telah ditahan pada Selasa (30/5/2017)," jelas Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto di gedung sementara Bareskrim Mabes Polri, Jakarta. Alfian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran informasi sesat yang dikhawatirkan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, ras dan antargolongan (SARA). "Di video ceramah yang kami terima, transkripnya menyebutkan bahwa 'Jokowi adalah PKI', 'Cina PKI', 'Ahok harus dipenggal kepalanya,' dan 'Kapolda Metro Jaya diindikasikan PKI'. Ini fat...

Menelisik Prostitusi Online di Kota Jambi

Gambar
foto ilustrasi Aplikasi messenger seperti whatsapp, line, wechat, BBM, dan yang lainnya memiliki peran penting dalam kehidupan dewasa ini. Aplikasi tersebut telah dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan, dan sebagian hanya untuk sekadar komunikasi biasa dan mencari hiburan. Namun tak sedikit juga yang memanfaatkan aplikasi messenger yang terpasang di smartphone itu untuk berbisnis. Ada yang memang bisnis positif seperti jual beli barang, ada juga yang memakai untu bisnis negatif seperti prostitusi online. TC, seorang perempuan muda, yang tinggal di sebuah kosan elit di Kota Jambi, memanfaatkan aplikasi itu untuk mencari calon PSK (pekerja seks komersial). Aplikasi itu sekaligus juga ia gunakan untuk mencari pria hidung belang yang butuh PSK. Saat berbincang dengan Tribun, TC mengaku saat ini ada 16 orang perempuan muda yang masuk dalam jaringannya. Sebagian besar dari anggota jaringan itu diperolehnya lewat aplikasi messenger terutama dari BBM, line, dan wechat. “Saya manfaat...

Pilkada Muarojambi, Antara Janji dan Harapan

Gambar
Kondisi di Desa Nyogan, yang menghubungkan Kota Jambi dengan Sungai Bahar, 28-12-2016. (Foto: Suang Sitanggang) PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) selalu menjadi arena menabur janji, yang dilakukan oleh pasangan calon. Kata-kata indah dirangkai menjadi kalimat-kalimat berisi janji politik, yang bertujuan menarik hari calon pemilih. Termasuk di Pilkada Muarojambi, di masa kampanye ini juga menjadi arena menabur janji. Pada debat kandidat yang diadakan KPU Muarojambi, Senin (16/1) malam, semua pasangan calon telah mengeluarkan jurus-jurus jitu. Mereka menyampaikan visi misi yang begitu indah. Semua hampir sama, yakni sama-sama memberi harapan indah kepada masyarakat, akan Muarojambi yang lebih baik di masa depan. Kandidat paham betul apa yang dibutuhkan masyarakat, yakni infrastruktur jalan yang bagus. Jalan menjadi bagian penting untuk membuat harga komoditi utama yakni karet dan sawit jadi memiliki harga yang lebih baik. Tanpa jalan yang bagus, komoditi akan sangat sulit d...

Belajarlah Dari Kasus Dugaan Penistaan Agama

Gambar
Dua pekan lalu, isu penistaan agama merebak dari Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Gambar dan video lafaz Allah di bawah ornamen Natal di sebuah hotel berbintang di Kota Jambi, menyebar bak virus. Lafaz Allah yang dibingkai dalam rangkaian mirip telapak kaki melukai hati banyak orang, dianggap penistaan. Suasana hotel mencekam, hingga ditutup sementara. Sejak peristiwa yang menghebohkan secara nasional itu, polisi langsung bekerja. Puluhan orang dipanggil dan diperiksa, mencari titik terang untuk mengungkap pelakunya. Seiring dengan itu, aksi demonstrasi berjalan di berbagai titik, mengutuk perbuatan pelakunya, dan meminta kepolisian menangkap pekaku. Berbagai tuntutan lain turut dikumandangkan mereka. Dua pekan setelah tersebarnya gambar dan video yang menghebohkan itu, publik akhirnya bisa tahu siapa yang telah berulah. Kapolda Jambi, Brigjen Pol Yazid Fanani, saat konfrensi pers pada Kamis (5/1), mulai membuka tabir. Pelakunya ternyata seorang pemuda yang berinisial RZ. Seme...