Postingan

Generasi Millenial Mengajak Telolet Sejenak

Gambar
Telolet mewabah hingga ke Madrid KECERIAAN anak-anak Indonesia yang berburu klason berbunyi ‘telolet’ mendadak jadi viral dan bahkan jadi trending topic dunia. Serbuan telolet bahkan menyergap sejumlah orang-orang beken, seperti artis internasional hingga Presiden Paman Sam. Om Telolet Om. Tiga kata dalam satu kalimat itu telah berhasil membuat banyak orang tertawa terpingkal-pingkal. Namun ada juga yang masih bingung, mengingat kata ‘telolet’ belum ada di dalam kamus bahasa Indonesia. Kata ‘telolet’ juga bukan masuk dalam bahasa gaul masa kini. Gaya anak-anak muda yang telah memperkenalkan ‘Om Telolet Om’ dengan cara-cara yang sederhana, yakni menunggu bus lalu memberi kode agar membunyikan klakson ‘telolet’ memberi gambaran betapa anak-anak Indonesia adalah anak periang. Mereka menyukai hal-hal sederhana, dan menciptakan yang sederhana itu menjadi mengasyikkan. Cara-cara yang sederhana itu pun telah memancarkan kegembiraan bagi orang dewasa, setidaknya sejenak membuat or...

Sudah Kumaafkan Status Facebook Yang Keji Itu

Gambar
Inilah satu di antara postingan yang ada di fanpage Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS SELASA (6/12) pagi, aku terkejut saat melihat postingan di facebook dengan nama akun fanpage Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS. Saya tidak tahu pasti apakah itu akun milik Habib Rizieq yang sangat dihormati itu, atau orang yang mengaku-ngaku. Di akun itu dituliskan: Fanpage Resmi Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS - Imam Besar Front Pembela Islam. Aku lihat ada 242.187 yang suka (like) fanpage tersebut. Delapan orang di antaranya temanku. Keterkejutanku terjadi saat aku melihat isi yang ada di sana. Awalnya biasa-biasa saja. Tapi saat terus aku scroll ke bawah, muncul postingan gambar yang tidak biasa. Ada nama perusahaan tempatku bernaung yang sedang dibicarakannya. "KOMPAS, Media Spesialis LIPUTAN SAMPAH atau memang MEDIA SAMPAH???" itulah kalimat yang jadi semacam penjelasan atau caption atas gambar yang dia posting. Namun saat aku coba buka link ya...

Akhirnya Polisi Mulai Temukan Donatur Makar

Gambar
Foto Ilustrasi (sumber: internet) KEPALA Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, menyebut polisi masih terus mengembangkan kasus dugaan permufakatan makar yang dilakukan oleh sekelompok orang. Penyidik telah menemukan bukti baru dalam kasus ini. "Kami temukan bukti transfer," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/12/2016). Martinus menuturkan, bukti transfer tersebut masih dalam penelusuran untuk mengetahui jumlah, penerima, dan sumber dana. Bukti transfer itu, kata dia, akan memudahkan penyidik untuk mendapatkan konstruksi hukum adanya dugaan upaya permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintah yang sah. "Bukti lain akan diupayakan oleh penyidik," ucap Martinus. Selain bukti transfer, Martinus menyebutkan adanya bukti dokumen yang menjadi catatan bagi penyidik. Selain itu, juga terdapat video yang diunggah dan pemberitaan yang berisi ajakan makar. "Kemudian, adanya indikasi yang mendukung te...

Jangan Sampai Jasa Ekspedisi Kirim Narkoba

Gambar
Foto Ilustrasi (sumber: internet) Enam ekor anak buaya senyulong, atau dikenal juga dengan sebutan julong-julong, yang hendak dikirimkan secara ilegal ke Manado, berhasil digagalkan. Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jambi menggagalkan pengiriman itu saat melihat ada keanehan di dalam kargo. Buaya itu dikirim menggunakan sebuah jasa perusahaan ekspedisi pengiriman paket dan logistik. Pengirim mencoba mengelabui dengan menyebut paket berisi enam ekor buaya berukuran kecil tersebut berupa snack. Hanya tertera nomor ponsel pengirim di sana, tak ada alamatnya. Sayangnya, nomor ponsel itu ternyata tidak aktif. Pengungkapan upaya penyelundupan hewan langka dan dilindungi ini menjadi pertanda betapa proteksi atas barang kiriman selama ini masih rendah. Perusahaan ekspedisi belum benar-benar memproteksi paket yang hendak diantar, apakah masuk pada kategori yang legal atau ilegal. Pengirim cukup menyebut isi paket, langsung diterima agen perus...

Aneh, Masuk Panti Pijat Disodori Foto Wanita Cantik

Gambar
Foto ilustrasi. Sumber: net PRAKTIK prostistusi berkedok panti pijat cukup marak di Kota Jambi. Namun pemerintah daerah seperti tutup mata terkait persoalan sosial ini. Bisnis haram ini pun jadi seperti legal sebab ada izin dari pemerintah. Berdasarkan data dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPM-PPT) Kota Jambi, panti pijat yang memiliki ijin hingga Maret 2014 hanya 14 usaha. Sementara berdasarkan penelusuran Tribun, jumlah panti pijit sudah lebih dari 30 usaha, dominan di Jelutung, Jambi Timur, dan Jambi Selatan. BPM-PPT Kota Jambi mengklaim bahwa sampai sejauh ini izin panti pijat yang mereka keluarkan digunakan sebagaimana mestinya oleh pengusahanya. "Kami hanya mengeluarkan ijin, sejauh ini belum pernah ada laporan (penyalahgunaan izin)," kata Nurbaya, Kabid Monitoring Evalusi dan Pelaporan BPM-PPT. Penelusuran Tribun, sebagian besar panti pijat di Kota Jambi menyediakan layanan prostitusi. Praktik seperti ini umum disebut ...

Ditampar Harga Karet, Petani Menanti Janji Politik

Gambar
Petani karet di Jambi sedang menyadap karet. (FOTO: TRIBUN JAMBI/HANIF BURHANI) MIRIS rasanya saat mendengar curahan hati petani karet di Jambi yang telah menebangi pohon karetnya untuk diganti tanaman lain semisal ubi dan kelapa sawit. Alasan keterpurukan hargalah yang membuat petani terpaksa mengambil keputusan demikian. Harga karet tak lagi bersahabat. Padahal karet merupakan komoditi yang telah menjadi unggulan Jambi sejak zaman dulu, bahkan saat negara ini belum merdeka. Keberadaan komoditi karet ini pula yang membuat warga Jambi di masa sebelum dan awal kemerdekaan sangat banyak yang mampu menunaikan ibadah haji. Namun masa keemasan itu tak lagi dirasakan, setidaknya tiga tahun belakangan ini. Jangankan untuk bisa sejahtera, untuk bertahan hidup dengan mengandalkan komoditi karet yang harganya sedang hancur lebur saat inipun sudah susah. Petani akhirnya beraksi, menebangi pohon karetnya. Persoalan harga karet yang rendah ini tak pelak jadi komoditi politik pada saat pe...

Nestapa Jurnalis, Menerima Sanjungan dan Hujatan

Gambar
Foto: Suci Rahayu, Location: Tribun Jambi Office BEBERAPA hari lagi genap tujuh tahun berkiprah di dunia jurnalistik. Saya sudah tidak tahu lagi berapa ribu berita yang sudah kuketik, dan berapa ribu orang yang pernah aku wawancarai. Aku juga tak tahu lagi berapa ribu berita yang kuedit, berapa ribu berita yang kutayangkan di media cetak dan online. Bagiku jumlah itu bukan lagi sebuah yang penting. Aku hanya pernah menghitung jumlah karya jurnalistikku yang terbit saat sebulan pertama menjadi jurnalis. Menjalani hidup sebagai jurnalis membuatku paham arti kehidupan, dan mengerti nilai kemanusiaan yang sesungguhnya. Saya juga menjadi mengerti akan karakter manusia, dan belajar banyak tentang arti hidup dan kehiduoan. Aku juga menjadi mengerti sedikit tentang Indonesia, negeri yang aku cintai. Saya berjalan ke sana ke mari, mencari informasi secuil demi secuil, yang ditujukan untuk semua manusia. Ada cerita baik dalam perjalanan, dan tidak sedikit juga cerita yan...