Sakit Jantung Pendeta HL Kambuh di Penjara, Bantah Telah Lakukan Pelecehan Seksual

Pendeta HL di Surabaya saat diamankan polisi (foto: RMOL)


Pendeta HL di Surabaya sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan pada Jumat pekan lalu.  


Saat ini Pendeta HL ditahan di Mapolda Jawa Timur, setelah sebelumnya ditangkap dari rumah temannya.

Sebagaimana diketahui, Pendeta HL dilaporkan seorang jemaatnya kepada polisi, dengan tuduhan telah melakukan pelecehan seksual kepadanya.

Setelah penetapan tersangka dan penahanan itu, oknum pendeta di Surabaya itu mengajukan penangguhan penahanan.

Alasan kesehatan menjadi dasarnya. Tersangka memberi pertimbangan ia menderita penyakit jantung. Sang istri menjadi penjaminnya.

Kuasa Hukum HL, Jefri Simatupang mengungkapkan surat permohonan penangguhan penahanan sudah diserahkan ke penyidik Sabtu (7/3/2020) lalu.

"Klien saya memang sedang sakit jantung. Bukti rekam medik dan surat dokter sudah kami serahkan ke penyidik sebagai bahan pertimbangan," terang Jefri, pada Senin (9/3/2020) dikutip dari kompas.com.

Dia mengatakan penyakit jantung pendeta HL sempat kambuh saat ditahan. Tekanan darah HL sempat mencapai 190.

Sebagaimana diketahui HL, ditetapkan tersangka setelah pada Jumat (6/3/2020) usai diperiksa sebagai saksi.

Statusnya dinaikan dari saksi menjadi tersangka setelah tim penyidik melakukan gelar perkara usai menganalisa keterangan saksi, korban, dan barang bukti.

Penyidik menjerat tersangka dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak Pasal 82 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau Pasal 264 KUHP dengan ancaman hukuman 7-9 tahun.

Jefri membantah jika kliennya melakukan dugaan pencabulan selama 17 tahun kepada korbannya.

"Kalau polisi yakin ada pencabulan, silahkan, kita buktikan nanti di pengadilan. Yang pasti tidak benar ada aksi pencabulan sampai 17 tahun," ujar dia. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah dan Pengusaha Berperan Besar Mewujudkan Generasi Bangsa Yang Unggul

Eksotisme Budaya SAD Batin IX Saat Lamaran (Part 2)

Ditampar Harga Karet, Petani Menanti Janji Politik