Ketika Terlalu Bernafsu Jadi Pegawai Negeri

Pegawai negeri sipil (PNS) masih menjadi pekerjaan yang sangat diidam-idamkan banyak orang. Berbagai cara ditempuh agar bisa menjadi PNS, termasuk dengan cara melanggar hukum. Menyogok. Banyak yang rela menggelontorkan uang banyak agar bisa jadi PNS.
 
KARTUN ILUSTRASI: NET
Situasi ini akhirnya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mendapatkan uang banyak dengan cara yang sangat mudah dan praktis. Pengungkapan sindikat penipuan CPNS oleh Polda Jambi sedikit banyak menggambarkan situasi masih tingginya animo masyarakat Jambi menjadi PNS.
 
Ada tujuh orang yang diamankan, empat orang di antaranya adalah PNS, yang bekerja di berbagai instansi. Kepada para korbannya, sindikat jahat ini menjanjikan bisa meluluskan jadi PNS tanpa harus ikut tes, asalkan ada uang. Banyak yang tergiur, walau tawaran itu sungguh tak masuk akal.
 
Mereka sudah beraksi sejak 2013. Korban diminta hingga Rp 150 juta, bahkan bisa lebih. Selama menjalankan aksinya, polisi memperkirakan setidaknya sudah Rp 8,7 miliar uang yang dihimpun oleh sindikat ini, dari 210 orang korban. Tentu ini jumlah korban dan uang yang sangat fantastis.
 
Bukan tidak mungkin masih ada korban lainnya yang belum melapor ke polisi. Bukan tak mungkin juga ada sindikat lainnya yang bekerja terpisah dari sindikat ini, mungkin dengan modus berbeda. Situasi banyaknya yang rela menyogok demi bisa jadi PNS memang jadi peluang besar bagi para pelaku kejahatan untuk mendapatkan uang dengan mudah dan sangat banyak.
 
Situasi ini tentu sangat ironis, dan semakin menguatkan anekdot selama ini, bahwa untuk bisa jadi PNS harus ada uang pelicin, mengingat banyaknya yang rela menggelontorkan uang banyak. Hal ini bisa membuat citra PNS mungkin saja jadi PNS melalui tes tanpa pakai pelicin, turut tergerus. Apalagi ada empat orang tersangka yang ditangkap polisi itu yang berstatus sebagai PNS.
 
Namun terlepas dari itu semua, pengungkapan kejahatan secara berkelompok ini harusnya menjadi pelajaran bagi masyarakat kita, supaya jangan mudah tergiur dengan tawaran cara praktis menjadi PNS. Masyarakat harus lebih cerdas menganalisa berbagai tawaran. Tawaran menggiurkan yang tidak masuk akal, tidak cuma tawaran CPNS, selama tidak masuk akal sebaiknya jangan diladeni.
 
Untuk perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) ke depan, pemerintah harus bisa menjamin dan memberi garansi bahwa yang lulus hanya yang terbaik, bukan karena uang. Selama masih ada permainan uang, kita tak akan bisa mengharapkan hadirnya PNS yang baik, dan juga bakal makin menyuburkan aksi sindikat penipuan. Untuk itu, seleksi CPNS perlu diperbaiki dan transparan.
 
Terkait penegakan hukum, aparat kepolisian kita harapkan bisa juga menjangkau jaringan sindikat lainnya yang mungkin masih ada di daerah ini. Selain itu menuntaskan kasus ini dengan menunjung nilai-nilai keadilan. Kita masih ingat ada penipuan honorer yang melibatkan anak seorang petinggi Pemkot Jambi beberapa waktu lalu yang sudah dilaporkan kepada polisi, namun hingga kini belum jelas ujungnya seperti apa. Kita harapkan kasus pembongkaran sindikat ini tak mandek seperti itu. (sudah terbit di harian Tribun Jambi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah dan Pengusaha Berperan Besar Mewujudkan Generasi Bangsa Yang Unggul

Eksotisme Budaya SAD Batin IX Saat Lamaran (Part 2)

Ditampar Harga Karet, Petani Menanti Janji Politik