Hadirnya Lady Escort di Tengah Suburnya Tempat Karaoke

BERKEMBANGNYA bisnis karaoke yang tumbuh subur, ikut menumbuhkan jasa layanan teman untuk berkaraoke ria. Jika sebelumnya para escort (pemandu karaoke) hanya ada di lingkungan tempat karaoke, kini mereka mulai memanfaatkan kemajuan sosial media (sosmed) untuk berpromosi. Tak hanya menyanyi, tapi bisa lebih dari itu.

ilustrasi
Bahkan beberapa lady escort terkesan terang-terangan menawarkan jasa mereka lewat blackberry (BB) maupun sosial media massanger lainnya seperti WeChat. Ada yang menulis status "menemani karaoke". Status di BB itu didukung display picture (DP) yang disesuaikan dengan ajakan. Namun ada juga yang menawarkannya dengan pesan tersirat.

Lili (nama samara), menuliskan status "udah lama nggak karaokean ni, ada yang mau ngajak nggak ya." Dia menampilkan DP di akun blackberry sedang karaokean dengan pakaiannya yang seksi. Statusnya di BB dan wechat terlihat hampir sama tiap hari.

Kepada Tribun, Lili mengaku status di BB yang seperti itu sudah dengan mudah maknanya dipahami oleh laki-laki. "Ada yang langsung nanya berapa tarifnya, tapi ada juga sebagian yang masih kurang paham," ucapnya, Selasa (26/8). Dia lalu meminta Tribun untuk mengundang (invIte) beberapa temannya yang memiliki `profesi' yang sama.

ilustrasi
Empat PIN BB yang dia berikan, saat diinvite, dalam waktu singkat langsung di accept (terima). "Mereka semua sama seperti saya. Tidak ada yang mengkoordinir, semua promosi sendiri-sendiri," ungkapnya. Dia bilang, kalau diajak untuk karaokean, sudah pasti nama-nama itu langsung mau menerimanya.

Saat Tribun mencoba mengajak satu diantara empat nama itu untuk karaoke, tanpa ragu-ragu Tasya (nama samaran) langsung menyanggupinya. "Kapan mas? Tapi kami dicas ya," jawabnya melalui pesan BlackBerry. Dia menawarkan tarif menemani karaoke Rp 100 ribu per jam, minimal layanan harus dua jam.

Tasya langsung meluncur ke lokasi yang sudah dijanjikan. Dia juga menyanggupi untuk membawa satu orang temannya, sesuai permintaan Tribun. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.50 WIB ketika mereka berdua tiba di sebuah lokasi karaoke keluarga di kawasan Jelutung.

Tasya langsung mengirimkan pesan BB menanyakan nomor room yang sudah ditempati Tribun. Saat itu tanpa ragu mereka berdua langsung berjalan menuju room yang disebutkan Tribun. Ia tidak bertanya kepada petugas di tempat karaoke tentang letak room itu. "Kami sudah hafal," ucapnya tersenyum.

Tasya malam itu menggunakan baju terusan yang melilit ketat badannya. Pakaian itu hanya menutup dari bawah leher hingga separo paha. Kakinya dialasi dengan sandal sepatu beralas tinggi. Lipstik tipis menghiasi bibirnya, dan aroma parfumnya menghiasi aroma ruangan.

Sementara temannya, Linda (nama samaran), mengenakan pakaian baju ketat yang dipadu dengan rok pendek warna hitam. Kulitnya yang putih dan dipadu dengan pakaian warna hitam hitam-hitam membuatnya terlihat seksi. Apalagi rambutnya sengaja dibuat terurai, dan kadang disibak-sibakkannya seolah menunjukkan keseksiannya

Saat ditawarkan minum, keduanya justru memilih minuman yang kadar alkoholnya cukup tinggi. "Saya long island," ucap Tasya. "Saya pesan illusion aja," kata Linda. Keduanya juga meminta rokok jenis mild dengan merek yang sama. Sembari menunggu pesanan datang, mereka mengajak Tribun bernyanyi ria.

"Abang mau lagu apa biar kita duet," pancing Tasya.

Jarum jam berputar. Minuman yang dipesang penghuni room sudah hampir habis. Waktu dua jam di dalam ruangan kecil itu tidak hanya dimanfaatkan untuk bernyanyi, tapi juga bercerita tentang hidup masing-masing, dan bahkan menjurus pada "pekerjaan" yang menawarkan kencan singkat.

Sumber: www.tribunjambi.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah dan Pengusaha Berperan Besar Mewujudkan Generasi Bangsa Yang Unggul

Eksotisme Budaya SAD Batin IX Saat Lamaran (Part 2)

Ditampar Harga Karet, Petani Menanti Janji Politik