Pilwako Jambi - Mereka Bukan Dewa
Pemilihan Kepala Daerah Kota Jambi tinggal sesaat lagi. Empat pasangan calon bertarung. Semua menyebut diri yang paling tepat memimpin kota kecil ini. Benarkah mereka yang tepat?
Nama Bambang Priyanto kembali maju sebagai calon wali kota. Nama ini sudah menjabat selama lima tahun sebagai wali kota. Selama memimpin ini pula tidak terlihat kemajuan yang signifikan di Kota Jambi. Malah telah merusak usaha kecil menengah dengan membebaskan dua raksasa ritel masuk Kota Jambi, Alfamart dan Indomart. Ini jadi titik awal matinya sejumlah warung yang berdekatan dengan lokasi yang diizinkan. Soal infrastruktur? Tidak ada kemajuan.
Nama kedua adalah Sum Indra. Lima tahun ini dia menjadi pendamping Bambang Priyanto. Selama menjadi pendamping bambang, tidak terlihat juga terobosannya. Mengingat Bambang satu paket dengan Sum, maka keberhasilan dan kegagalan Bambang juga menjadi milik Sum. So? Berarti pria ini juga telah turut berpartisipasi merusak ekonomi kerakyatan.
Nama ketiga ialah Efendi Hatta, yang selama empat tahun ini menjadi Ketua DPRD Provinsi Jambi. Apa yang menjadi terobosannya? Sama sekali tidak pernah terlihat. Ia pun kurang mengontrol pemerintahan, seperti misalnya soal armada batu bara yang bisa bebas terus masuk kota, padahal sudah dibuat aturan yang melarang. Tidak pernah lihat ya pak?
Nama terakhir adalah Fasha. Dia baru memulai tahapan memasuki lingkup pemerintahan. Latar belakangnya adalah pengusaha konstruksi, yang banyak mengerjakan proyek-proyek di pemerintahan. Kepemimpinannya belum teruji. Belum pernah terdengar bagaimana dia membuat terobosan dalam kelompok atau organisasi. Dan melihat latar belakangnya, rasanya terlalu beresiko bila jadi penguasa, karena akan rentan menguasai proyek2 pembangunan yang didanai APBD dan dikerjakan perusahaan sendiri atau milik saudara.
Ini baru sebuah kajian umum, belum lagi kalau mempreteli visi misi yang sesungguhnya jauh dari kebutuhan kota jambi. Kota ini butuh terobosan bukan jiplakan, bung.
Melihat situasi ini, siapa diantara mereka yang layak dipilih? Kalau saya pribadi? HMM.. Pasti akan pakai baju putih. (*)
![]() |
| Kiri ke kanan: Bambang, Sum Indra, Efendi Hatta, Fasha |
Nama Bambang Priyanto kembali maju sebagai calon wali kota. Nama ini sudah menjabat selama lima tahun sebagai wali kota. Selama memimpin ini pula tidak terlihat kemajuan yang signifikan di Kota Jambi. Malah telah merusak usaha kecil menengah dengan membebaskan dua raksasa ritel masuk Kota Jambi, Alfamart dan Indomart. Ini jadi titik awal matinya sejumlah warung yang berdekatan dengan lokasi yang diizinkan. Soal infrastruktur? Tidak ada kemajuan.
Nama kedua adalah Sum Indra. Lima tahun ini dia menjadi pendamping Bambang Priyanto. Selama menjadi pendamping bambang, tidak terlihat juga terobosannya. Mengingat Bambang satu paket dengan Sum, maka keberhasilan dan kegagalan Bambang juga menjadi milik Sum. So? Berarti pria ini juga telah turut berpartisipasi merusak ekonomi kerakyatan.
Nama ketiga ialah Efendi Hatta, yang selama empat tahun ini menjadi Ketua DPRD Provinsi Jambi. Apa yang menjadi terobosannya? Sama sekali tidak pernah terlihat. Ia pun kurang mengontrol pemerintahan, seperti misalnya soal armada batu bara yang bisa bebas terus masuk kota, padahal sudah dibuat aturan yang melarang. Tidak pernah lihat ya pak?
Nama terakhir adalah Fasha. Dia baru memulai tahapan memasuki lingkup pemerintahan. Latar belakangnya adalah pengusaha konstruksi, yang banyak mengerjakan proyek-proyek di pemerintahan. Kepemimpinannya belum teruji. Belum pernah terdengar bagaimana dia membuat terobosan dalam kelompok atau organisasi. Dan melihat latar belakangnya, rasanya terlalu beresiko bila jadi penguasa, karena akan rentan menguasai proyek2 pembangunan yang didanai APBD dan dikerjakan perusahaan sendiri atau milik saudara.
Ini baru sebuah kajian umum, belum lagi kalau mempreteli visi misi yang sesungguhnya jauh dari kebutuhan kota jambi. Kota ini butuh terobosan bukan jiplakan, bung.
Melihat situasi ini, siapa diantara mereka yang layak dipilih? Kalau saya pribadi? HMM.. Pasti akan pakai baju putih. (*)

Komentar
Posting Komentar