Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Jokowi-JK, Harapan Baru

Gambar
PENGHITUNGAN suara hasil pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai peraih suara terbanyak. Pasangan ini memperoleh 53,15 persen dari suara sah.  Pesaingnya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, memperoleh 46,85 persen. Bila tidak ada aral melintang Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada Oktober mendatang. Selamat datang pemimpin baru. Selamat kepada Jokowi-JK! Cita-cita dan harapan rakyat dititipkan ke pundakmu. Keputusan KPU tersebut juga mengakhiri polemik di masyarakat tentang siapa pemenang Pilpres, karena adanya perbedaan hasil hitung cepat dari beberapa lembaga survei. Hasil penghitungan yang dilakukan KPU harus menjadi rujukan terakhir. Setelah selesainya penghitungan itu, kini kembali kepada semua pihak untuk tetap menjaga dan mengedepankan kepentingan bangsa, menghormati apa pun keputusan yang dikeluarkan KPU. Y...

Prabowo, Kebebasan Pers, dan Netralitas Media

AWALNYA saya tertawa membaca berita di sebuah media online papan atas Tanah Air. Berita itu berisi reaksi Prabowo terhadap sejumlah wartawan yang ingin mewawancarainya bertepatan di hari pemungutan suara Pemilihan Presiden. Sejumlah wartawan nasional dan internasional siap-siap mewawancarainya. Namun tanpa disangka-sangka, dia memarahi sejumlah wartawan, diantaranya wartawan dari beritasatu, kompas, tempo, dan metro tv. Dia merasa media-media tersebut tidak mendukungnya. Katanya tidak fair, sadis, dan ocehan lainnya. Bahkan wawancara dengan metro tv tidak dilayaninya. Benarkah apa yang diungkapkan Prabowo? Bila melihat selama masa pemilihan presiden, mulai dari sebelum kampanye hingga pemilihan presiden, media-media di atas memang menunjukkan tidak berpihak kepada Prabowo. Media di Indonesia terpecah pada masa pemilihan presiden. Ada yang pro terhadap Prabowo dan ada juga yang pro terhadap Jokowi, serta ada yang memilih netral. Ada media yang habis-habisan mendukung calon preside...