Main Mata di Jembatan Timbang
Sopir truk terlihat menerima sesuatu dari awak angkutan barang JAMBI, TRIBUN-Sebuah truk warna kuning, pengangkut buah sawit, berhenti sesaat di Jembatan Timbang (Jemtim) Muara Tembesi. Kernet turun dan berlari cepat menuju ke markas petugas jembatan timbang. Tak sampai semenit, dia sudah berada lagi di truk. Ekspresinya biasa saja. Keluar masuk kantor jembatan timbang itu memang sudah biasa dia laukan. Dia mengaku baru saja menyetorkan rupiah ke petugas di sana. "Ngasih Rp 30 ribu, biar lancar. Kalau nggak dikasih, urusan bisa panjang," ucapnya kepada Tribun yang duduk di sampingnya. Boy, sapaan kernet itu, mengatakan, pemberian rupiah mereka lakukan karena muatan sudah melebihi tonase. "Muatannya sudah berlebih. Kalau nggak berlebih nggak perlu kasih setoran seperti itu," ungkapnya pekan lalu. Dia menyebut duit setoran tadi bukan dari kantong pribadinya, tapi dari bos tempatnya bekerja. "Bos sudah kasih uang jalan. Itu untuk beli minyak, biaya ...